Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Permintaan AS Tak Digubris Iran, Trump: Serangan Berikutnya Lebih Dahsyat

Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum keras ke Iran setelah pembicaraan nuklir gagal mencapai kemajuan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Trump dilaporkan merasa percaya diri dengan keputusannya terkait Iran.

Kepercayaan diri ini berakar pada sejumlah tindakan masa lalu yang ia anggap sukses, seperti penarikan diri dari kesepakatan nuklir pada 2018, pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani pada 2020, hingga serangan bom bunker buster tahun lalu.

Senior Fellow di Carnegie Endowment for International Peace, Karim Sadjadpour mengatakan Trump merasa keputusan yang ia buat terbukti benar.

"Ia tidak takut akan dampak besar dari rezim yang saat ini dianggap berada dalam posisi terlemahnya," kata Sadjadpour, mengutip YouTube Bloomberg Television.

Salah satu pemicu utama kemarahan Washington adalah laporan mengenai tindakan keras Teheran terhadap demonstran.

Meskipun angka resmi sulit dikonfirmasi, pejabat kesehatan di dalam Iran secara tidak resmi menyebut jumlah korban jiwa bisa mencapai lebih dari 30.000 orang — jauh melampaui estimasi awal.

Baca juga: Laporan Intelijen AS ke Trump: Iran dalam Berada di Titik Terlemahnya

Trump sebelumnya telah menegaskan pembunuhan terhadap demonstran adalah "garis merah" yang akan memicu serangan balasan AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, negara-negara tetangga di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, menunjukkan sikap yang kontras antara pernyataan publik dan pandangan pribadi.

Secara publik, negara-negara ini menyuarakan kekhawatiran atas potensi ketidakstabilan dan gelombang pengungsi jika pemerintah Iran runtuh.

Namun, secara privat, para analis meyakini banyak negara di kawasan tersebut yang merasa terancam oleh Iran dan tidak akan keberatan jika kekuatan rezim Teheran dilemahkan.

"Secara pribadi, sangat sedikit negara yang akan menangisi jatuhnya rezim Iran atau setidaknya jika rezim tersebut diturunkan posisinya beberapa tingkat," ucap Sadjadpour.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas