Jubir Putin Desak Perundingan AS–Iran, Peringatkan Risiko Kekacauan Jika Kekerasan Digunakan
Rusia turun tangan desak diplomasi untuk meredakan ketegangan Iran Vs AS, Rusia khawatir risiko konflik dinilai bisa guncang energi global.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Bobby Wiratama
“Penggunaan kekerasan terhadap Iran dapat menciptakan kekacauan besar dan membawa konsekuensi yang sangat berbahaya, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi keamanan internasional,” ujar Peskov dalam pernyataan resminya.
Dengan mendesak perundingan, Moskow berupaya menempatkan diri sebagai pihak yang mendorong stabilitas regional.
Sekaligus menegaskan peran diplomasi multilateral dalam menyelesaikan konflik internasional, tanpa menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik berskala lebih luas.
Dampak Konflik Iran VS AS
Terpisah, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus meningkat berpotensi memiliki dampak luas jika konflik pecah, tidak hanya terbatas pada kedua negara tetapi juga pada stabilitas regional dan ekonomi global.
Analis dan pelaku pasar kini semakin waspada, karena setiap eskalasi militer di kawasan Teluk Persia dapat mengguncang pasar energi dunia, rantai pasok global, dan stabilitas perdagangan secara keseluruhan.
Salah satu dampak paling langsung dirasakan pada harga minyak dunia.
Tanda-tanda ketegangan yang meningkat telah mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, dengan harga Brent dan West Texas Intermediate menunjukkan kenaikan signifikan akibat kekhawatiran investor bahwa konflik bisa mengganggu pasokan minyak dari kawasan tersebut.
Harga yang melonjak ini mencerminkan kecemasan pasar terhadap kemungkinan gangguan aliran energi, terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang merupakan rute utama ekspor sekitar 20 persen minyak dunia.
Selain itu, eskalasi konflik berpotensi memicu gangguan lebih luas pada perdagangan internasional. Kenaikan risiko di kawasan Teluk akan mendorong biaya asuransi pengiriman dan biaya logistik secara umum, yang pada gilirannya meningkatkan harga barang dan jasa di pasar global.
Ketidakpastian geopolitik yang tinggi juga cenderung memicu volatilitas di pasar keuangan, dengan investor cenderung menarik modal dari aset berisiko dan beralih ke aset “safe haven” seperti emas.
Risiko ini tidak hanya memengaruhi negara-negara besar, tetapi juga ekonomi berkembang yang bergantung pada impor energi dan pasokan barang dari luar negeri.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan