Trump Klaim Hamas Siap Melucuti Senjata, Gaza di Ambang Babak Baru?
Trump klaim Hamas siap melucuti senjata, tapi bantahan muncul dari dalam Gaza. Gencatan senjata rapuh, diplomasi jalan, serangan masih terjadi.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kelompok Hamas “tampaknya” bersedia melucuti senjata.
Klaim itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet pada Kamis (29/1/2026), di tengah upaya internasional memperkuat gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam kesempatan tersebut Trump menyebut ada indikasi Hamas akan bergerak menuju demiliterisasi, tanpa merinci sumber atau kesepakatan yang mendasari pernyataannya.
“Sepertinya mereka akan melucuti senjata,” ujar Trump singkat di hadapan para menterinya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Ia menegaskan bahwa Hamas pada akhirnya tidak memiliki banyak pilihan selain menyerahkan persenjataan mereka.
“Mereka akan melakukannya karena mereka tidak punya pilihan. Mereka akan menyerahkan AK-47 mereka,” kata Witkoff.
Namun, beberapa jam sebelum pernyataan Trump, seorang pejabat senior Hamas justru menyatakan bahwa kelompok tersebut tidak berniat untuk melucuti senjata, menandakan adanya jurang perbedaan narasi antara Washington dan pihak Hamas.
AS Dorong Skema Pelucutan Senjata Bertahap
Sementara itu, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, mengungkapkan rincian rencana Washington untuk mendorong pelucutan senjata Hamas melalui program pembelian kembali senjata secara internasional.
Dalam skema ini, anggota Hamas yang bersedia menyerahkan senjata akan ditawari insentif berupa dana, pekerjaan, serta amnesti.
Baca juga: Siapa yang Akan Ambil Alih Jika Terjadi Perubahan Pemerintahan di Iran? Marco Rubio Menjawab
Program tersebut disebut sebagai bagian dari inisiatif pelucutan senjata yang lebih luas, yang juga didukung para mediator gencatan senjata Gaza.
Sejumlah diplomat Arab menyebut proses demiliterisasi dirancang berlangsung bertahap, dimulai dengan penyerahan persenjataan berat sebelum senjata ringan.
Namun, pendekatan bertahap ini diperkirakan akan menuai penolakan dari Israel.
Tel Aviv menilai senjata ringan justru menjadi alat utama Hamas untuk mempertahankan kendali di Gaza, sehingga tidak bisa dipisahkan dari upaya pelucutan senjata secara menyeluruh.
Trump Puji Peran Hamas dalam Pemulangan Sandera
Dalam rapat kabinet yang sama, Trump juga memuji apa yang ia sebut sebagai peran Hamas dalam membantu menemukan jenazah sandera terakhir yang ditahan di Gaza, meski klaim tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Israel.
Baca tanpa iklan