8 Warga Sipil Tewas di Tangan Agen Imigrasi AS, Ada yang Ditembak di Depan Umum
Delapan warga sipil tewas akibat tindakan agen Imigrasi dan Bea Cukai AS sepanjang tahun 2026 saja.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Delapan warga sipil tewas akibat tindakan agen Imigrasi dan Bea Cukai AS sepanjang tahun 2026.
- Kasus penembakan Alex Pretti dan Renee Nicole Good memicu protes luas di Amerika Serikat.
- Kematian para korban menyoroti dugaan kekerasan, kelalaian medis, dan penyalahgunaan wewenang dalam tahanan ICE.
TRIBUNNEWS.COM - Pembunuhan terhadap Alex Pretti dan Renee Nicole Good oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) memicu protes dan kemarahan di seluruh Amerika Serikat.
Pretti dan Good hanyalah dua dari sedikitnya delapan orang yang tewas akibat tindakan agen federal atau meninggal dunia saat berada dalam tahanan ICE sepanjang tahun 2026 hingga saat ini.
Penembakan fatal yang menjadi sorotan ini menyusul kematian sedikitnya 32 orang dalam tahanan ICE pada 2025, jumlah tertinggi sejak 2004.
Mengutip The Guardian, berikut delapan orang yang tewas terkait ICE pada 2026:
1. Luis Gustavo Nunez Caceres
Pada 5 Januari, Luis Gustavo Nunez Caceres, seorang imigran berusia 42 tahun asal Honduras, meninggal dunia dalam tahanan ICE di HCA Houston Healthcare di Conroe, Texas.
Ia dirawat di rumah sakit di wilayah Houston karena kondisi yang berkaitan dengan jantung, menurut pernyataan ICE.
Nunez pertama kali ditangkap oleh agen ICE dalam sebuah operasi di Houston pada 17 November 2025 dan kemudian dipindahkan ke pusat pemrosesan Joe Corley di Conroe.
Pada Malam Tahun Baru, ICE menyatakan, Nunez mengalami beberapa kondisi darurat medis yang mengancam nyawa.
Personel medis HCA memindahkannya ke unit perawatan intensif, tempat ia dirawat hingga meninggal dunia.
Baca juga: Kronologi Petugas Imigrasi AS Tembak Mati Wanita di Dalam Mobil, Picu Protes Besar-besaran
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengatakan dalam pernyataan kepada The Guardian:
“Kami telah mempertahankan standar perawatan yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar penjara yang menahan warga negara AS, termasuk menyediakan akses terhadap perawatan medis yang layak. Bagi banyak imigran, ini merupakan perawatan kesehatan terbaik yang pernah mereka terima sepanjang hidup mereka.”
Namun, keluarga korban menyampaikan pandangan berbeda.
“Saudara laki-laki saya adalah orang yang penuh semangat dan harapan, selalu berjuang demi kesejahteraan dirinya dan keluarga kami,” tulis saudara Nunez dalam bahasa Spanyol di halaman GoFundMe untuk memulangkan jenazahnya.
“Sayangnya, hidupnya berakhir secara tragis akibat kurangnya perawatan medis yang memadai saat berada dalam tahanan ICE.”
2. Geraldo Lunas Campos
Pada 3 Januari, seorang imigran Kuba meninggal dunia saat berada dalam tahanan ICE akibat pembunuhan, menurut laporan otopsi terbaru.
Baca tanpa iklan