Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Virus Nipah Kembali Muncul di India, Ini Gejala, Penularan, dan Tingkat Bahayanya

WHO melaporkan dua kasus virus Nipah di India. Virus mematikan ini menular dari hewan ke manusia dan belum memiliki vaksin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Virus Nipah kembali terdeteksi di India dan dikenal memiliki tingkat kematian tinggi tanpa vaksin atau obat khusus.
  • Virus ini menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar atau makanan yang terkontaminasi, serta dapat menyebar antarmanusia.
  • WHO mengingatkan kewaspadaan karena penyakit ini berpotensi memicu wabah serius meski jumlah kasusnya relatif jarang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah di wilayah timur India pada Kamis waktu setempat.

Virus langka ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus.

Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1999 dan dinamai sesuai desa tempat kasus awal ditemukan.

Virus ini termasuk keluarga yang sama dengan campak, namun jauh lebih mematikan meski tidak semudah menular.

WHO mencatat lebih dari separuh penderita Nipah meninggal dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena tingkat risikonya yang tinggi, virus ini diklasifikasikan sebagai patogen tingkat keamanan hayati tertinggi, setara dengan Ebola.

Cara Penularan

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni menular dari hewan ke manusia.

Penularan paling sering terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar buah atau babi yang terinfeksi.

Konsumsi buah atau air nira kurma yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar juga menjadi jalur penularan utama.

Penularan antarmanusia bisa terjadi, tetapi umumnya melalui kontak sangat dekat dengan pasien yang terinfeksi.

Baca juga: Mengapa Virus Nipah Picu Kematian Tinggi? Dokter Jelaskan Penyebabnya

Gejala dan Dampak

Gejala biasanya muncul dalam empat hingga 14 hari setelah terpapar.

Tanda awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Dalam banyak kasus, penyakit berkembang cepat hingga menyebabkan gangguan pernapasan, radang otak, koma, bahkan kematian.

Sebagian pasien yang selamat mengalami gangguan saraf jangka panjang, termasuk kelelahan kronis dan perubahan fungsi otak.

Diagnosis dan Pengobatan

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas