Sosok 5 Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Lansia Terjatuh ke Parit, Dipuji Polisi Jepang
Lima WNI di Jepang sigap menolong lansia yang jatuh ke parit saat cuaca dingin. Aksi kemanusiaan ini berbuah apresiasi resmi dari polisi Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
"Bahkan kita kasih sarung tangan dan topi biar tidak kedinginan. Kakinya pun kita tutupi dengan jas hujan pula," ungkap mereka.
Setelah memastikan nenek mendapatkan pertolongan, mereka kembali pulang dan besoknya bekerja seperti biasa.
Aksi kemanusiaan ini mendapat perhatian serius.
Pihak perusahaan (kaisha) memanggil para WNI besoknya (16/1/2026) karena adanya laporan dari polisi.
Pada 22 Januari, polisi mendatangi perusahaan untuk meminta keterangan kronologi kejadian, lalu diminta hadir ke kantor polisi Kumamoto Minami tanggal 29 Januari.
Kemudian pada 29 Januari, para penolong WNI tersebut diundang dan datang ke kantor kepolisian serta disambut dengan hangat. Mereka akhirnya mendapatkan apresiasi resmi (kansha-jo) atas tindakan cepat dan penuh empati yang mereka lakukan itu.
Baca juga: Menolong Wanita Lansia, 5 Pemagang Pertanian WNI Dapat Penghargaan Polisi Kumamoto Minami Jepang
Bekerja di JA, Mengemas Hasil Pertanian
Kelima WNI ini bekerja di lingkungan JA (Japan Agricultural Cooperatives), dengan tugas harian antara lain packing terong, melon, tomat, paprika, dan pare.
Di sela rutinitas kerja yang padat, mereka tetap menunjukkan nilai kemanusiaan yang tinggi.
"Mereka memang bekerja dengan rajin dan sangat baik, kami senang sekali. Di sini kami mempekerjakan 24 orang Indonesia sejak 2023 hingga kini," papar pimpinan perusahaan mereka, Uchida, khusus kepada Tribunnews.com
Tempat kerja mereka bernama Fasilitas Sortir Sayuran Kota Kumamoto JA (Pusat Pertanian).
Harapan dan Cita-cita
Di balik aksi heroik itu, yang disambut tepuk tangan sangat meriah di kantor/ perusahaannya, ternyata masing-masing memiliki kisah dan harapan.
Pujiatun telah bertunangan dan bercita-cita menjadi pribadi yang berguna selama bekerja lama di Jepang, menabung, lalu berusaha mandiri di Indonesia.
Widya berharap bisa tinggal dan bekerja lebih lama di Jepang, meraih kestabilan ekonomi, membahagiakan orang tua, dan membangun keluarga.
Novita Rohmah Danti berencana memberikan umrah untuk orang tua lewat Jepang agar lebih mudah berangkat danpunya niat pula untuk berkeliling Jepang.
Nira menargetkan kesuksesan ekonomi dan pengembangan usaha di Indonesia khususnya membuat peternakan kambing setelah mendapat modal dari Jepang serta membiayai keluarganya yang ada di Indonesia. Selain itu juga ingin pergi beribadah ke tanah suci sekeluarga.