Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok 5 Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Lansia Terjatuh ke Parit, Dipuji Polisi Jepang

Lima WNI di Jepang sigap menolong lansia yang jatuh ke parit saat cuaca dingin. Aksi kemanusiaan ini berbuah apresiasi resmi dari polisi Jepang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sosok 5 Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Lansia Terjatuh ke Parit, Dipuji Polisi Jepang
Tribunnews.com/Richard Susilo
SELAMATKAN WANITA LANSIA JEPANG - Para WNI Indonesia yang menyelamatkan Nenek Jepang 80 tahun yang jatuh di parit di Kumamoto Jepang 15 Januari 2026. Dari kiri Widyawati Firda Saputri (Ponorogo), Novita Rohmah Danti (Banyumas), Nira Nur Malisa (Purwakarta), Elly Widyawati dan Pujiatun (Cilacap) 

Ringkasan Berita:
  • Lima pekerja migran Indonesia di Kumamoto, Jepang, menunjukkan kepedulian dengan menolong seorang lansia Jepang yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin. 
  • Mereka memberi perlindungan dari hawa dingin, menghubungi polisi, dan memastikan korban mendapat penanganan medis. 
  • Aksi kemanusiaan ini berujung apresiasi resmi dari kepolisian Jepang dan memperkuat citra positif Indonesia.
 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, KUMAMOTO  — Kepedulian dan keberanian kembali ditunjukkan para pekerja migran Indonesia di Jepang.

Pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 20.30 waktu setempat, lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor pertanian JA di wilayah Minami-ku, Kumamoto, menolong seorang perempuan lansia Jepang berusia sekitar 80 tahun yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin 10–11 derajat Celsius.

Kelima WNI tersebut adalah Pujiatun (Cilacap), Widyawati Firda Saputri (Cilacap), Novita Rohmah Danti (Banyumas), Nira Nur Marisa (Purwakarta), dan Elly Widyawati (Ponorogo).

 Saat kejadian, Puji, Widya, dan Novita menjadi yang pertama melihat sang nenek dalam kondisi berdiri lama di dalam parit, tanpa sarung tangan dan tanpa penutup kepala, tampak kesulitan dan kedinginan.

"Sang nenek terdengar minta tolong - tasukete tasukete - lalu kita berhenti saat bersepeda, dan langsung membantu sang nenek," papar Novita kepada Tribunnews.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Menyadari kondisi darurat, mereka segera mencari bantuan. Pertama memanggil Nira dan Elly yang keduanya bisa bahasa Jepang.

Kemudian lokasi koban (pos polisi kecil) berjarak sekitar 10 menit dikunjungi Nira dan Elly.

Baca juga: Pekerja Asing di Jepang Tembus Rekor 2,57 Juta Orang, Indonesia Naik 34,6 Persen

"Di Koban tak ada polisi hanya catatan tolong telepon ke nomor 110," papar Nira juga kepada Tribunnews.com.

Para WNI kemudian menghubungi polisi, menjelaskan bahwa ada seorang nenek jatuh ke parit.

Sekitar 30 menit kemudian, dua petugas polisi tiba di lokasi mengendarai mobil polisi.

"Karena sang nenek tidak mengetahui nomor telepon keluarganya dan alamat rumahnya maka polisi meminta sang nenek menuliskan namanya dalam kanji," tambah Nira.

Para penolong WNI itu membantu menjelaskan kondisi di lapangan saat penemuan kepada dua polisi yang datang tadi.

Ambulans akhirnya dipanggil untuk memberikan penanganan medis dan kelima WNI pulang ke rumah masing-masing.

Selama menunggui nenek, para WNI tersebut menutupi tubuh nenek dengan jas hujan untuk mengurangi paparan dingin, bahkan melindungi bagian kaki agar tetap hangat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas