Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Ledakan di Apartemen Iran - 5 WNI Selamatkan Lansia Terjatuh di Parit

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya ledakan di Bandar Abbas, Iran menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang,

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Rusia telah membantu mempersenjatai militer China selama beberapa dekade.

Bahkan hingga saat ini, banyak desain persenjataan China menunjukkan garis keturunan teknologi Rusia.

Kini, seiring meningkatnya kekuatan China, menurunnya kekuatan Rusia, serta kembalinya persaingan kekuatan besar, muncul pertanyaan, "Apakah Rusia menciptakan pesaingnya sendiri di masa depan?".

Harrison Kass, seorang mantan trainee pilot Angkatan Udara AS sekaligus editor senior bidang pertahanan di 19FortyFive, memberikan analisisnya.
Sejarah Kerja Sama Rusia dan China

Pada 1990-an dan awal 2000-an, Rusia membutuhkan mata uang asing dan pembeli yang stabil.

Sementara itu, China membutuhkan modernisasi cepat untuk menutup kesenjangan kemampuan dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan.

Rusia dan China memiliki kepentingan bersama dalam menyeimbangkan kekuatan Amerika Serikat.

Rekomendasi Untuk Anda

Kerja sama tersebut masuk akal pada masa itu.

Rusia menjual berbagai pesawat tempur kepada China.

Pesawat Su-27 versi dasar dijual ke China dengan lisensi dan hak perakitan.

Hal ini menghasilkan pesawat tempur turunan buatan China sendiri, yakni keluarga J-11.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Sosok 5 Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Lansia Terjatuh ke Parit, Dipuji Polisi Jepang

Kepedulian dan keberanian kembali ditunjukkan para pekerja migran Indonesia di Jepang.

Pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 20.30 waktu setempat, lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor pertanian JA di wilayah Minami-ku, Kumamoto, menolong seorang perempuan lansia Jepang berusia sekitar 80 tahun yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin 10–11 derajat Celsius.

Kelima WNI tersebut adalah Pujiatun (Cilacap), Widyawati Firda Saputri (Cilacap), Novita Rohmah Danti (Banyumas), Nira Nur Marisa (Purwakarta), dan Elly Widyawati (Ponorogo).

 Saat kejadian, Puji, Widya, dan Novita menjadi yang pertama melihat sang nenek dalam kondisi berdiri lama di dalam parit, tanpa sarung tangan dan tanpa penutup kepala, tampak kesulitan dan kedinginan.

"Sang nenek terdengar minta tolong - tasukete tasukete - lalu kita berhenti saat bersepeda, dan langsung membantu sang nenek," papar Novita kepada Tribunnews.com.

Menyadari kondisi darurat, mereka segera mencari bantuan. Pertama memanggil Nira dan Elly yang keduanya bisa bahasa Jepang.

Kemudian lokasi koban (pos polisi kecil) berjarak sekitar 10 menit dikunjungi Nira dan Elly.

"Di Koban tak ada polisi hanya catatan tolong telepon ke nomor 110," papar Nira juga kepada Tribunnews.com.

Para WNI kemudian menghubungi polisi, menjelaskan bahwa ada seorang nenek jatuh ke parit.

Sekitar 30 menit kemudian, dua petugas polisi tiba di lokasi mengendarai mobil polisi.

"Karena sang nenek tidak mengetahui nomor telepon keluarganya dan alamat rumahnya maka polisi meminta sang nenek menuliskan namanya dalam kanji," tambah Nira.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas