Alasan Jet F-35C Amerika Jadi Satu-satunya Jet Tempur yang Bisa Menembus Perisai Iran
Teheran dilindungi jaringan pertahanan udara berlapis, termasuk S-300PMU2 buatan Rusia dan Bavar-373 buatan dalam negeri, AS kerahkan F-35C.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Alasan Jet F-35C Amerika Jadi Satu-satunya Jet Tempur yang Bisa Menembus Perisai Iran
TRIBUNNEWS.COM - Meski membuka jalan diplomasi untuk meredakan tensi dengan Amerika Serikat (AS), Iran tetap bersiaga untuk mengantisipasi serangan kejutan dari pihak lawan.
Untuk menghadapi ini, Teheran dilindungi oleh jaringan pertahanan udara berlapis, termasuk S-300PMU2 buatan Rusia dan Bavar-373 buatan dalam negeri.
Baca juga: Serangan Cepat dan Bersih, Trump Kirim Delta Force AS ke Iran? Unit Spesial Pernah Gagal Total
Namun, analis militer berpendapat kalau sistem-sistem pertahanan udara ini menghadapi tantangan serius oleh profil siluman jet tempur F-35C yang dimiliki Washington.
Apa yang membuat jet tempur ini disebut-sebut sebagai Kartu Truf bagi Presiden AS, Donald Trump dalam menghadapi Iran?
Lepas Landas di Tengah Laut
Dengan menempatkan F-35C dalam jangkauan serang seiring pengerahan Kapal Induk USS Abraham Lincold sebagai carrier, pemerintahan Trump sepertinya menginginkan serangan cepat dan terarah ke Iran.
Jet-jet ini dapat lepas landas dari Samudra Hindia dan menembus wilayah udara Teheran hampir tanpa peringatan radar.
Kemampuan ini memberi AS pilihan tepat untuk menargetkan pusat komando unit elite militer Iran, Garda Revolusi (IRGC) tanpa meningkatkan status menjadi perang darat skala penuh.
IRGC mereka nilai bertanggung jawab atas kekerasan dan tindakan represif terhadap demonstran pada akhir Desember silam.
Membongkar "Perisai Langit"
Teheran dilindungi oleh jaringan pertahanan udara berlapis, termasuk S-300PMU2 buatan Rusia dan Bavar-373 buatan dalam negeri .
Namun, analis militer berpendapat bahwa sistem-sistem ini "terhalang" oleh profil siluman F-35C.
Misi utama Kapal Induk USS Abraham Lincoln adalah untuk memberikan "transparansi satu arah", di mana F-35 dapat melihat setiap baterai pertahanan udara di ibu kota Iran sambil tetap tidak dapat dilacak oleh radar pengendali tembakan Iran.
Hal ini membuat jaringan pertahanan Teheran yang bernilai miliaran dolar menjadi usang secara strategis.
Keunggulan Tempur "Ksatria Hitam"
VMFA-314 (Marine Fighter Attack Squadron 314), yang dikenal sebagai "Black Knights", adalah skuadron tempur utama Korps Marinir Amerika Serikat yang berbasis di Pangkalan Udara Korps Marinir Miramar.
Para pilot VMFA-314 tidak hanya melakukan patroli rutin; mereka adalah operator F-35C yang paling berpengalaman dalam pertempuran di dunia.