Pakistan Mati-matian Dorong AS-Iran Berdamai, Isu Nuklir Masih Jadi Bom Waktu
Pakistan terus mendorong AS dan Iran kembali berunding langsung meski isu nuklir Teheran masih menemui jalan buntu
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Pakistan meningkatkan upaya diplomatik untuk mempertemukan kembali Amerika Serikat dan Iran dalam negosiasi langsung terkait konflik dan program nuklir Teheran.
- Islamabad menilai dialog tatap muka akan lebih efektif dibanding pertukaran pesan melalui mediator.
- Namun hingga kini belum ada terobosan karena kedua pihak masih bersikeras pada tuntutan inti mereka.
TRIBUNNEWS.COM - Pakistan bergerak agresif di balik layar untuk mencegah ketegangan Amerika Serikat dan Iran berubah menjadi konflik baru yang lebih besar di Timur Tengah.
Di tengah kebuntuan panjang soal program nuklir Teheran, Islamabad kini mendorong Washington dan Iran segera kembali menggelar negosiasi langsung.
Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda terobosan berarti.
Anadolu melaporkan dua sumber pemerintah Pakistan menyebut kedua negara masih bersikeras mempertahankan tuntutan utama mereka, terutama terkait isu pengayaan uranium Iran.
“Kedua belah pihak saling bertukar formula dan pesan melalui Islamabad untuk mencairkan suasana."
"Namun, sejauh ini belum ada terobosan karena kedua pihak tetap teguh pada pendirian mereka mengenai isu nuklir,” kata sumber tersebut.
Pakistan Jadi Penghubung Diam-diam
Pakistan kini memainkan peran penting sebagai jalur komunikasi tidak resmi antara Washington dan Teheran.
Baca juga: Sebut Kabar Menyesatkan, Pakistan Bantah Izinkan Pesawat Militer Iran Parkir di Lapangan Terbangnya
Islamabad disebut aktif menyampaikan proposal, formula kompromi, hingga pesan diplomatik dari kedua kubu dalam upaya menurunkan ketegangan.
Sumber pemerintah Pakistan mengatakan negaranya masih sangat berharap kedua pihak akhirnya mau kembali duduk bersama dalam negosiasi langsung.
“Fokus diplomasi Pakistan saat ini bersama negara-negara regional adalah membujuk kedua pihak agar mengadakan putaran baru pembicaraan langsung di Islamabad,” ujar sumber tersebut.
Pakistan menilai dialog langsung jauh lebih efektif dibanding komunikasi melalui pihak ketiga yang selama ini dinilai terlalu lambat dan penuh kecurigaan.
Kontak Intensif dengan Negara Arab
Untuk memperkuat upaya diplomasi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar melakukan komunikasi intensif dengan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Mesir dalam 24 jam terakhir.
Negara-negara tersebut dianggap memiliki pengaruh penting dalam meredakan ketegangan AS-Iran.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi juga bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu.