Dua Perawat di India Terinfeksi, WHO Soroti Penularan Virus Nipah di RS, 190 Kontak Diperiksa
Dua pasien merupakan seorang perawat perempuan dan perawat laki-laki berusia 20–30 tahun.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Malvyandie Haryadi
Kejadian ini menandai wabah Virus Nipah ketiga yang pernah dilaporkan di Benggala Barat. Sebelumnya, wabah terjadi di Siliguri (2001) dan Distrik Nadia (2007).
WHO menegaskan bahwa penularan antarmanusia telah tercatat pada wabah-wabah sebelumnya, terutama di lingkungan layanan kesehatan dan melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien.
Belum Ada Obat dan Vaksin
Virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, dengan rasio kematian kasus (CFR) 40–75 persen, tergantung pada kecepatan deteksi dan kualitas perawatan.
“Saat ini belum ada obat atau vaksin berlisensi untuk infeksi NiV, namun perawatan suportif dini dapat meningkatkan angka harapan hidup,"tulis WHO lagi.
Penanganan pasien difokuskan pada perawatan suportif intensif, terutama untuk komplikasi pernapasan dan gangguan neurologis seperti ensefalitis.
Penilaian Risiko WHO
Berdasarkan penilaian terbaru, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat akibat Virus Nipah berada pada tingkat sedang di level sub-nasional, khususnya di Benggala Barat.
Namun, risiko dinilai rendah di tingkat nasional, regional, dan global, karena tidak adanya bukti penyebaran lintas wilayah serta kuatnya kapasitas respons kesehatan masyarakat India.
WHO juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan internasional terkait kejadian tersebut.
Penguatan IPC di Rumah Sakit Jadi Kunci
Menanggapi kasus ini, pemerintah India bersama WHO memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC) di fasilitas layanan kesehatan.
Tenaga medis diingatkan untuk menerapkan tindakan pencegahan standar, termasuk penggunaan alat pelindung diri, isolasi pasien, serta kewaspadaan tinggi saat menangani spesimen laboratorium.
WHO terus memantau perkembangan wabah Virus Nipah di India, mengingat virus ini termasuk patogen prioritas global dalam Cetak Biru Penelitian dan Pengembangan WHO untuk kesiapsiagaan epidemi dan pandemi.