Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Skandal Jeffrey Epstein dan Mossad Israel Terbongkar, Harta Libya 80 Miliar Dolar Diincar

Dokumen DOJ AS bongkar rencana rahasia Jeffrey Epstein, ajak inteljen Inggris dan Mossad Isrel rebut aset Libya sebesar 80 miliar dolar AS

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Jeffrey Epstein disebut dalam dokumen Departemen Kehakiman AS berupaya memanfaatkan kekacauan Libya pasca-Gaddafi untuk mengakses aset negara yang dibekukan senilai 80 miliar dolar AS.
  • Epstein diklaim menggandeng mantan pejabat MI6 Inggris dan Mossad Israel untuk membantu pelacakan dan pemulihan aset Libya yang tersebar di negara Barat.
  • Sejak dibekukan lewat Resolusi DK PBB 1973 (2011), mayoritas dana Libya belum kembali akibat konflik berkepanjangan, sengketa hukum, dan ketidakpastian politik.

TRIBUNNEWS.COM – Meski telah meninggal dunia pada tahun 2019 silam, belakangan Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia setelah skandal besar yang menyeret namanya bocor ke publik.

Berdasarkan dokumen terbaru yang dirilis Kementerian Kehakiman AS, Epstein berupaya secara diam-diam memulihkan aset Libya yang dibekukan senilai sekitar 80 miliar dolar AS, dengan melibatkan jaringan mantan pejabat intelijen Inggris dan Israel.

Salah satu dokumen kunci adalah email tertanggal Juli 2011 yang dikirim oleh seorang rekan Epstein.

Email ini menguraikan rencana Epstein yang akan memanfaatkan kekacauan politik dan ekonomi di Libya setelah tumbangnya rezim Muammar Gaddafi untuk mengidentifikasi dan mengakses dana negara Libya yang dibekukan di negara-negara Barat.

Dalam surat elektronik tersebut, Epstein disebut secara terbuka membahas peluang hukum dan finansial untuk memulihkan aset Libya yang dibekukan, termasuk 32,4 miliar dolar AS yang tersimpan di Amerika Serikat.

Aset-aset tersebut digambarkan sebagai “barang curian dan disalahgunakan”, dengan klaim bahwa nilai riilnya berpotensi mencapai tiga hingga empat kali lipat dari angka resmi yang dibekukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Email itu juga menunjukkan bagaimana Epstein melihat situasi Libya sebagai momentum strategis.

Ketidakstabilan politik dinilai membuka celah hukum yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri, mengklaim, dan mengelola kembali aset-aset tersebut melalui jalur internasional.

Elite Inggris-Israel Terlibat

Dalam menjalankan misi, Epstein tak sendiri. Mengutip laporan Euronews, miliarder kondang AS ini mengajak mantan pejabat badan intelijen Inggris (MI6) dan Israel (Mossad) untuk mengakses aset Libya yang dibekukan.

Para pejabat tersebut disebut telah menyatakan kesediaan membantu dalam proses identifikasi dan pemulihan dana negara Libya yang tersimpan di berbagai negara Barat.

Mereka digambarkan sebagai figur berpengalaman dengan jaringan luas di bidang keuangan internasional, hukum lintas negara, serta pelacakan aset tersembunyi.

Baca juga: Skandal Dokumen Epstein: Mengapa Jutaan File Rahasia Elite Dunia Baru Dibongkar Sekarang?

Epstein diyakini melibatkan mereka karena kompleksitas dana Libya yang dibekukan.

Aset-aset tersebut berada di bawah rezim sanksi internasional, tersebar di sejumlah negara Barat, dan dilindungi oleh struktur hukum berlapis.

Keahlian mantan aparat intelijen dalam membaca celah hukum dan memetakan kepemilikan aset dianggap krusial untuk menavigasi hambatan tersebut.

Meski demikian, dokumen Kementerian Kehakiman AS tidak menyebutkan identitas individu yang terlibat dan tidak menunjukkan bahwa para mantan pejabat tersebut bertindak atas mandat resmi pemerintah Inggris atau Israel.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas