10 Negara di Dunia Paling Bergantung pada Impor: Indonesia Masuk Daftar?
Berikut ini 10 negara di dunia yang paling bergantung pada produk impor. Ada Hong Kong hingga Singapura.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Banyak negara berusaha mendiversifikasi sumber impor, tetapi bagi sebagian negara, terutama pusat perdagangan dan negara pulau kecil, impor adalah kebutuhan struktural karena keterbatasan sumber daya dan produksi domestik.
- Data Bank Dunia 2024 menunjukkan Hong Kong memiliki rasio impor tertinggi di dunia, mencapai 178 persen dari PDB.
- Angka ini tinggi karena perannya sebagai hub perdagangan global serta ketergantungan besar pada impor energi.
TRIBUNNEWS.COM - Beberapa negara di dunia berupaya mendiversifikasi sumber impornya demi menjaga ketahanan ekonomi.
Bagi sejumlah negara, ketergantungan pada impor bukan sekadar pilihan strategi, melainkan kebutuhan struktural.
Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2024, rasio impor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan seberapa besar sebuah negara bergantung pada barang dan jasa dari luar negeri.
Negara dengan rasio tinggi biasanya merupakan pusat perdagangan global, negara pulau kecil, atau wilayah dengan keterbatasan sumber daya alam.
Menurut dari dari World Bank Group, atau di laman worldbank.org, Hong Kong menempati posisi teratas secara global.
Sebagai salah satu pusat perdagangan dan pelabuhan tersibuk di dunia, banyak barang masuk untuk kemudian diekspor kembali dari Hong Kong.
Karena nilai impor dihitung penuh, rasio impor terhadap PDB menjadi sangat tinggi.
Selain itu, sekitar 99 persen kebutuhan bahan bakar fosil Hong Kong juga berasal dari impor, mengutip visualcapitalist.com.
Lantas berikut 10 negara dengan ketergantungan impor tertinggi di dunia:
Baca juga: Obat Jantung hingga Kanker Masih Impor, Menkes: Jangan Bergantung Luar Negeri
- Hong Kong: 178 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Luksemburg: 160 persen (rasio impor terhadap PDB)
- San Marino: 155 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Singapura: 144 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Djibouti: 115 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Nauru: 111 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Seychelles: 103 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Irlandia: 102 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Kiribati: 102 persen (rasio impor terhadap PDB)
- Malta: 100 persen (rasio impor terhadap PDB)
Baca juga: Dipicu Lonjakan Barang Modal, Nilai Impor Indonesia 2025 Naik 2,83 Persen
Secara umum, mayoritas negara dengan ketergantungan impor tinggi memiliki populasi kecil, sekitar 26 dari 30 negara teratas berpenduduk di bawah 10 juta jiwa.
Banyak di antaranya juga merupakan pusat perdagangan global atau negara pulau yang tidak memiliki cukup lahan dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Tingginya ketergantungan impor membuat negara-negara ini lebih rentan terhadap gangguan rantai pasokan global, lonjakan harga komoditas, serta konflik geopolitik yang memengaruhi jalur perdagangan internasional.
Skala Impor di Indonesia
Lantas bagaimana dengan impor di Indonesia?
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS naik 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Baca tanpa iklan