Manufaktur dan Pemagangan Teknis Jadi Penyumbang Terbesar Pekerja Asing di Kagoshima Jepang
Berdasarkan kewarganegaraan, Vietnam menjadi kelompok terbesar dengan 5.106 orang (30,8 persen), disusul Indonesia 4.486 orang (27,1 persen)
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Jumlah pekerja asing di Kagoshima, Jepang, terus meningkat tajam, mencapai 16.562 orang di 2.679 perusahaan per Oktober 2025, dengan Vietnam dan Indonesia mendominasi
- Peningkatan terbesar terjadi pada pekerja Indonesia, pemagangan teknis, dan sektor manufaktur, terutama pengolahan makanan
- Pemerintah setempat menekankan pengawasan agar pengelolaan tenaga kerja asing tetap aman, tepat, dan berkelanjutan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, KAGOSHIMA – Jumlah pekerja asing di suatu prefektur Kagoshima Jepang terus meningkat tajam.
Berdasarkan rekapitulasi laporan “Status Ketenagakerjaan Pekerja Asing” per akhir Oktober 2025, jumlah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing mencapai 2.679 lokasi, sementara jumlah pekerja asing tercatat 16.562 orang.
"Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan akhir Oktober 2024, yakni bertambah 252 perusahaan (naik 10,4 persen) dari 2.427 lokasi dan 2.322 pekerja (naik 16,3 persen) dari 14.240 orang. Baik jumlah perusahaan maupun pekerja asing mencatat kenaikan terbesar dalam 10 tahun terakhir," ungkap pejabat dinas tenaga kerja Kagoshima Kamis (5/2/2026)
Berdasarkan kewarganegaraan, Vietnam menjadi kelompok terbesar dengan 5.106 orang (30,8 persen), disusul Indonesia 4.486 orang (27,1 persen).
Setelah itu barulah Filipina 2.215 orang (13,4 persen), dan Myanmar 1.734 orang (10,5 persen).
Keempat negara ini menyumbang 81,8 persen dari total pekerja asing.
Meski Vietnam masih terbanyak, jumlah pekerja asal Indonesia mencatat peningkatan tertinggi, bertambah 1.228 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Sosok Nurhalizah TKI Tewas Kecelakaan di Malaysia, Butuh Rp 150 Juta Pulangkan Jenazah ke Bengkulu
Didominasi Usaha Kecil
Dilihat dari skala usaha, perusahaan dengan kurang dari 30 karyawan mendominasi dengan 1.629 lokasi, atau 60,8 persen dari total.
Kelompok usaha kecil ini juga mencatat penambahan terbanyak, meningkat 165 lokasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi status izin tinggal, kategori pemagangan teknis (ginou jisshu) masih mendominasi dengan 7.740 orang atau 46,7 persen.
Diikuti izin profesional dan teknis sebanyak 5.781 orang (34,9 persen), serta izin berdasarkan status keluarga sebanyak 1.624 orang (9,8 persen).
Khusus kategori profesional dan teknis, terjadi lonjakan besar 1.422 orang. Di dalamnya, visa Tokutei Ginou (Pekerja Berketerampilan Khusus) meningkat 1.392 orang menjadi 4.491 orang.
Menurut sektor industri, manufaktur menjadi penyerap tenaga kerja asing terbesar dengan 6.000 orang (36,2 persen), diikuti pertanian dan kehutanan 2.456 orang, konstruksi 1.810 orang, serta kesehatan dan kesejahteraan 1.803 orang.
Di dalam sektor manufaktur, industri pengolahan makanan mendominasi dengan 4.629 pekerja, atau 77,2 persen dari total manufaktur.