Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: PM Malaysia Jelaskan Masalah Perbatasan - Bill Gates Menyesal Kenal Epstein

Rangkuman berita populer internasional 6 Februari 2026, di antaranya penjelasan PM Malaysia mengenai sengketa lahan perbatasan dengan Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • PM Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan lahan 5.207 hektare di perbatasan merupakan milik Indonesia.
  • Bill Gates menyatakan penyesalan karena pernah menjalin hubungan dengan Jeffrey Epstein.
  • Perjanjian nuklir Amerika Serikat dan Rusia berakhir sehingga meningkatkan risiko perlombaan senjata.


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan internasional dalam 24 jam terakhir.

PM Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan mengenai sengketa perbatasan yang sempat membuat ricuh parlemen.

Sementara itu, Bill Gates menyatakan penyesalannya telah mengenal terpidana asusila Jeffrey Epstein.

Berikut berita selengkapnya.

1. Anwar Ibrahim: Bukan Diserahkan, Lahan 5.027 ha Memang Milik Indonesia

PARLEMEN MALAYSIA RICUH - Tangkap Layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) membentak sejumlah tokoh oposisi pada Rabu (4/2/2026)
PARLEMEN MALAYSIA RICUH - Tangkap Layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) membentak sejumlah tokoh oposisi pada Rabu (4/2/2026) (Tangkap Layar Youtube / astroawani)

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim kembali memberikan klarifikasi tegas terkait isu sengketa perbatasan di wilayah Masalah Perbatasan Tertunda (Outstanding Boundary Problem/OBP) Sungai Sinapad-Sungai Sesai. 

Hal ini diutarakan selepas sidang di Parlemen Malaysia yang berlangsung pada hari Rabu (4/2/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari Sinar Harian, Anwar menegaskan bahwa seluruh kawasan seluas 5.207 hektare yang dipersoalkan oleh oposisi Malaysia tersebut memang berada di bawah wilayah administrasi Indonesia.

Dalam penjelasannya, Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa berdasarkan pengukuran dan penandaan ulang perbatasan Malaysia-Indonesia di dua kawasan OBP tersebut, Malaysia justru memperoleh tambahan wilayah seluas 780 hektare.

“Wilayah tersebut mencakup sebagian kecil dari tiga desa, yaitu Desa Kabulanggalo, Desa Lepaga, dan Desa Tetagas, yang kini termasuk ke dalam wilayah Malaysia,” ujar Anwar dalam sesi penjelasan khusus mengenai isu penyelarasan perbatasan Malaysia-Indonesia di Dewan Rakyat, Rabu.

Perdana Menteri menjelaskan bahwa kawasan tersebut sejak awal merupakan hak Indonesia.

Namun, karena peta perbatasan belum difinalisasi melalui perjanjian resmi, muncul ketidaksepakatan di masa lalu.

Meski demikian, secara historis sejak tahun 1915, wilayah tersebut tidak pernah disengketakan oleh pemerintah Inggris (saat menjajah Malaysia) maupun pemerintah Malaysia sebelumnya.

"Meskipun secara fakta belum difinalisasi karena perjanjian saat itu belum ditandatangani, wilayah tersebut tetap menjadi milik dan di bawah pengelolaan pemerintah Indonesia," tambahnya.

Beliau memerinci bahwa penetapan batas di kawasan OBP ini berpegang pada prinsip yang terkandung dalam perjanjian tahun 1915, di mana lahan seluas 5.987 hektare tetap menjadi milik Indonesia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Informan FBI Bongkar Fakta Baru, Curigai Jeffrey Epstein Jadi Kaki Tangan Intelijen Israel

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas