5 Populer Internasional: PM Malaysia Jelaskan Masalah Perbatasan - Bill Gates Menyesal Kenal Epstein
Rangkuman berita populer internasional 6 Februari 2026, di antaranya penjelasan PM Malaysia mengenai sengketa lahan perbatasan dengan Indonesia.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ia juga membantah pernah tertular penyakit menular seksual yang disembunyikannya dari istrinya saat itu, Melinda French Gates.
"Rupanya, Jeffrey menulis email kepada dirinya sendiri. Email itu tidak pernah dikirim," kata Gates kepada 9 News.
"Email itu palsu. Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan saat itu. Apakah dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu?"
"Setiap menit yang saya habiskan bersamanya saya sesali, dan saya meminta maaf karena telah melakukan hal tersebut."
Bill Gates mengatakan kepada 9 News bahwa ia pertama kali bertemu Epstein pada 2011.
Gates mengaku hanya makan malam dengan Epstein hingga sekitar tahun 2014.
Ia mengklaim hubungan mereka terutama melibatkan diskusi tentang peluang bisnis bersama.
"Fokusnya selalu, dia mengenal banyak orang kaya dan mengatakan bisa membuat mereka menyumbangkan uang untuk kesehatan global. Jika dilihat kembali, itu adalah jalan buntu," katanya.
"Saya bodoh menghabiskan waktu bersamanya."
5. Belum Mulai, Negosiasi AS-Iran Berantakan Duluan: Teheran Ogah Bahas Rudal, Washington Ngotot
Situs we Axios, Kamis (5/2/2026), melaporkan sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) menyebut kalau rencana negosiasi dengan Iran Teheran, berantakan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkonfirmasi pada Rabu (4/2/2026) kalau pihak Washington siap bertemu dengan perwakilan Iran pada Jumat (6/2/2026) besok yang direncanakan berlangsung di Istanbul, Turki.
Namun, perkembangan rencana negosiasi itu menghadapi sejumlah tantangan teknis, satu di antaranya adalah soal lokasi pertemuan yang masih dipertimbangkan.
"Dua pejabat AS mengatakan kalau Amerika Serikat memberitahu Iran pada Rabu bahwa mereka menolak tuntutan Teheran untuk mengubah tempat dan format pembicaraan yang dijadwalkan pada Jumat besok," kata laporan Axios.
Mereka juga menjelaskan kalau Washington telah mempertimbangkan permintaan untuk mengubah tempat perundingan dari Turki ke Oman.
Belakangan, pada Rabu itu juga, AS memutuskan untuk menolak sodoran soal lokasi dan waktu negosiasi.
Seorang pejabat senior AS mengatakan: "Kami memberi tahu mereka: Ini atau tidak sama sekali, dan mereka menjawab: Oke, kalau begitu tidak sama sekali."
Pejabat itu menambahkan bahwa Amerika Serikat siap mengadakan pembicaraan minggu ini atau minggu depan jika Iran setuju untuk kembali ke formula yang telah disepakati sebelumnya.
Dia melanjutkan: "Kami ingin mencapai kesepakatan nyata dengan cepat, jika tidak, kami akan mulai mempertimbangkan opsi lain," merujuk pada ancaman aksi militer Trump.
Dalam konteks yang sama, para pejabat melaporkan bahwa utusan Gedung Putih Steve Wittkopf dan Jared Kushner, menantu dan penasihat Presiden Trump, diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Qatar pada hari Kamis untuk mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri mengenai masalah Iran, dan kemudian akan kembali ke Amerika Serikat tanpa bertemu dengan pihak Iran.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan