Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Merasa Pemilu AS Curang, Trump Unggah Video yang Gambarkan Obama dan Istrinya Sebagai Monyet

Saking curiganya Pemilu AS dicurangi, Donald Trump berencana mengerahkan personel ICE ke lokasi-lokasi pemungutan suara

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Merasa Pemilu AS Curang, Trump Unggah Video yang Gambarkan Obama dan Istrinya Sebagai Monyet
Foto Dok. Robyn BECK / AFP
Presiden Donald Trump dan mantan Presiden Barack Obama berbicara di tangga Timur depan Capitol AS setelah upacara pelantikan pada 20 Januari 2017 di Washington, DC. 

Merasa Dicurangi di Pemilu, Trump Unggah Video yang Gambarkan Obama dan Istrinya Sebagai Monyet
 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah video yang menggaungkan tudingan adanya kecurangan dan konspirasi pada pemilu AS.

Dalam unggahan itu, Trump menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya Michelle sebagai monyet.

Unggahan ini memicu kecaman luas dari tokoh-tokoh Demokrat di AS.

Baca juga: Trump Merasa jadi Target Konspirasi Epstein Files: Agar Saya Kalah dalam Pemilu!

Video berdurasi satu menit itu diunggah di platform media sosial Trump, Truth Social.

"Di bagian akhir, wajah Obama dan istrinya Michelle muncul pada dua ekor monyet selama sekitar satu detik," tulis laporan AFP.

Unggahan itu juga kembali menggaungkan tudingan kalau Dominion Voting Systems membantu memanipulasi hasil pemilu 2020, yang dimenangkan oleh kandidat Demokrat Joe Biden atas Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Dominion Voting Systems merupakan perusahaan penyedia teknologi dan mesin pemungutan suara elektronik asal Amerika Utara yang digunakan di Kanada dan Amerika Serikat, termasuk sistem tabulasi surat suara. 

Pada Jumat pagi, video tersebut telah mendapatkan lebih dari seribu suka di platform presiden, tetapi menuai kritik dari tokoh-tokoh Partai Demokrat AS.

Gubernur California Gavin Newsom, calon potensial presiden dari Partai Demokrat untuk tahun 2028 dan salah satu kritikus Trump yang paling vokal, mengecam keras langkah tersebut.

Kantor pers kegubernuran yang dipimpin Gavin Newsom memposting di X: "Perilaku menjijikkan dari presiden. Setiap anggota Partai Republik harus mengutuk ini, sekarang juga."

Ben Rhodes, seorang pejabat senior Dewan Keamanan Nasional di bawah pemerintahan Obama, juga mengecam unggahan Trump.

Dia menulis di X, "Yang membuat Trump dan para pengikut rasisnya kecewa, warga Amerika di masa depan akan mengenang keluarga Obama sebagai tokoh yang dicintai, sementara mereka akan mengenang Trump sebagai noda dalam sejarah kita."

Trump: Pemilu AS Dicurangi dan Kita Jadi Bahan Tertawaan Dunia

Adapun Trump menggambarkan pemilihan di negaranya sebagai pemilihan yang dicurangi dan dicuri, serta menyerukan reformasi sistem pemilihan.

Melalui platform "Truth Social" miliknya, Trump mengatakan kalau pemilihan umum AS telah dicurangi, dicuri, dan menjadi bahan ejekan di seluruh dunia, serta menuntut agar para pemilih menunjukkan kartu identitas dan membuktikan kewarganegaraan AS mereka untuk mendaftar sebagai pemilih.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas