Iran Tangkap Tiga Tokoh Reformis, Dituduh Terkait AS dan Israel dan Perkeruh Protes Antipemerintah
Sejumlah politisi reformis Iran ditangkap, saat pemerintah menuding adanya campur tangan asing di balik gelombang protes.
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Empat orang, termasuk tiga politisi reformis ternama, ditangkap pemerintah Iran pada 8 Februari 2026 dengan tuduhan mengganggu stabilitas negara serta bekerja untuk kepentingan AS dan Israel terkait gelombang protes Januari.
- Kerusuhan yang bermula dari krisis ekonomi berkembang menjadi gerakan antipemerintah nasional.
- Pemerintah Iran mengklaim 3.117 orang tewas, sementara kelompok HAM HRANA menyebut angka korban bisa mencapai lebih dari 6.800 jiwa, dengan ribuan orang juga ditangkap.
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang politik di Iran masih memanas, usai adanya aksi protes awal tahun 2026 lalu.
Di mana pemerintah Iran menangkap empat orang, termasuk tiga politisi reformis terkemuka, dengan tuduhan berupaya mengganggu stabilitas politik dan sosial negara serta bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penangkapan dilakukan pada Minggu, 8 Februari 2026 (waktu setempat), di tengah meningkatnya ketegangan domestik dan tekanan eksternal terhadap Teheran.
Media pemerintah Iran menyebut para tahanan diduga terlibat dalam aktivitas yang memperkeruh situasi selama gelombang protes antipemerintah pada Januari lalu.
Tiga nama yang telah dikonfirmasi adalah Azar Mansouri, pemimpin Front Reformasi Iran; Mohsen Aminzadeh, mantan diplomat senior; serta Ebrahim Asgharzadeh, mantan anggota parlemen. Satu orang lainnya belum diungkap identitasnya.
Menurut kantor berita resmi Mizan, pengadilan menuduh kelompok tersebut mengorganisir dan memimpin kegiatan ekstensif untuk mengganggu tatanan politik dan sosial Iran, pada saat negara itu menghadapi ancaman militer dari Israel dan AS, mengutip Al Jazeera.
Mereka juga dituduh berupaya membenarkan aksi kekerasan yang terjadi di jalanan selama kerusuhan.
Front Reformasi Iran membenarkan penangkapan tersebut melalui pernyataan di platform X.
Disebutkan bahwa Mansouri ditangkap di depan rumahnya atas perintah pengadilan oleh aparat intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
IRGC juga dilaporkan memanggil sejumlah tokoh senior reformis lainnya, termasuk wakil ketua Mohsen Armin dan sekretaris Badral Sadat Mofidi.
Penangkapan ini terjadi setelah gelombang protes besar pada Januari yang awalnya dipicu krisis ekonomi, namun berkembang menjadi gerakan antipemerintah berskala nasional.
Pemerintah Iran menyebut para demonstran sebagai “teroris” dan menuding campur tangan asing dari Israel dan AS sebagai dalang kerusuhan.
Ribuan Tewas
Baca juga: Sempat Tegang, Iran Akhirnya Mau Negosiasi Nuklir dengan AS tapi Tolak Tekanan Militer
Teheran mengklaim 3.117 orang tewas selama kerusuhan dan membantah tuduhan PBB serta kelompok hak asasi manusia yang menyebut aparat negara bertanggung jawab atas banyak kematian, terutama pada malam 8–9 Januari.
Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS menyatakan telah memverifikasi 6.854 kematian dan masih menyelidiki ribuan kasus lainnya.
Selain korban jiwa, ribuan orang juga dilaporkan ditangkap.
Baca tanpa iklan