Menunggu 5 Tahun Demi Meraih Mimpi, Cerita Sofiah Diterima di Princess Naurah University Riyadh
Ia kini menjadi 1 dari 11 mahasiswi asal Indonesia yang mendapat beasiswa kuliah di universitas perempuan terbesar dunia.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Impian Sofiah Syahidah (26), menempuh pendidikan di Princess Naurah University (PNU), Riyadh, Arab Saudi akhirnya menjadi kenyataan
- Ia kini menjadi 1 dari 11 mahasiswi asal Indonesia yang mendapat beasiswa kuliah di universitas perempuan terbesar dunia
- Ia harus menunggu selama 5 tahun untuk bisa diterima
TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Impian Sofiah Syahidah (26), menempuh pendidikan di Princess Naurah University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, akhirnya menjadi kenyataan.
Ia kini menjadi 1 dari 11 mahasiswi asal Indonesia yang mendapat beasiswa kuliah di universitas perempuan terbesar dunia, dengan jumlah pelajar sekitar 33.000 mahasiswi.
Baca juga: Tindak Lanjut Perintah Presiden dan Kapolri Pasca-Bencana, 21 Mahasiswa STIK Terjun ke Aceh Timur
Saat berbincang dengan Tribunnews.com di PNU, Sofiah bercerita kuliah di kampus perempuan terbesar ini adalah mimpinya sejak bangku SMA. Namun upaya Sofiah mengejar mimpinya bukan melewati jalan pintas.
Mahasiswi Warga Negara Indonesia (WNI) ini harus menjalani proses panjang yang penuh kesabaran dan keyakinan.
Baca juga: Didampingi Prananda dan Puan Maharani, Megawati Ngobrol Bareng 11 Mahasiswi Indonesia di PNU Riyadh
Ia harus menunggu selama 5 tahun untuk bisa diterima. Selagi menanti, Sofiah mengambil pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung jurusan Tata Boga.
Kuliahnya rampung pada Oktober 2025, dan tak dinyana kesabarannya selama 5 tahun langsung dijawab. Ia langsung dipanggil untuk berkuliah di PNU sebulan setelahnya, November untuk Diploma Bahasa Arab.
“Ini salah satu impian saya dari SMA, waktu saya mendaftar nunggu 5 tahun untuk diterima. Selagi menunggu saya berkuliah di PTN Bandung, saya selesai S1, bulan oktober wisuda, dan November langsung dipanggil," kata Sofiah yang bercerita dengan antusias, Senin (9/2/2026).
Baginya, kesempatan belajar di Arab Saudi terasa datang di waktu yang tepat.
“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan S1 dulu di Indonesia kemudian lanjut ke sini, di sini jurusan Diploma Bahasa Arab," lanjutnya.
Keputusan melanjutkan studi ke PNU menjadi babak baru dalam hidup Sofiah, sekaligus ruang untuk memperdalam bahasa dan budaya Arab langsung di negara asalnya.
Ketika ditanya alasan memilih Princess Naurah University dan perbedaan dengan kampus di Indonesia, Sofiah menyoroti satu hal penting yakni rasa aman dan kebebasan sebagai perempuan.
Mengingat PNU adalah kampus yang diperuntukan khusus bagi perempuan. Jumlah 33.000 pelajar seluruhnya adalah perempuan.
“Salah satu faktor terbesar karena di sini perempuan semua jadi merasa lebih aman dan bebas berekspresi," ujar dia.
Lingkungan kampus yang seluruhnya perempuan memberinya kenyamanan tersendiri, sesuatu yang menurutnya begitu berpengaruh pada pengalaman belajar dan kehidupan sehari-hari.
Baca tanpa iklan