China Berhasil Uji Kapsul Mengzhou, Target Mendaratkan Astronot di Bulan 2030 Makin Dekat
Uji ini berfokus pada sistem pelarian darurat yang artinya jika terjadi masalah saat peluncuran, astronot bisa menyelamatkan diri kembali ke bumi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ini adalah kondisi paling kritis saat peluncuran, sehingga menjadi waktu ideal untuk menguji sistem penyelamatan awak.
Selama ini, China masih mengandalkan wahana Shenzhou—yang desainnya berbasis teknologi lama Soyuz dari era Soviet—untuk mengirim astronot ke luar angkasa.
Berbeda dengan Shenzhou yang memakai sistem pelarian di bagian roket, Mengzhou memiliki mesin berbahan bakar padat yang tertanam di kapsulnya sehingga bisa melakukan manuver penyelamatan secara mandiri.
Mengzhou dirancang modular dengan dua versi: Versi orbit dekat Bumi untuk tujuh astronot, mendukung stasiun luar angkasa Tiangong dan versi khusus misi bulan dengan kapasitas lebih kecil.
Untuk misi lunar, Mengzhou akan dipasangkan dengan pendarat bulan bernama Lanyue, yang dirancang membawa dua astronot ke permukaan bulan.
Prototipe Lanyue sendiri sudah menjalani uji lepas landas dan pendaratan pada Agustus lalu dalam simulasi gravitasi bulan.
Roket Baru dan Target 2035
Long March-10 merupakan roket angkut berat generasi baru yang akan menjadi tulang punggung misi berawak China. Varian
Long March-10A dirancang bisa digunakan kembali sebagian, terutama pada tahap pertamanya.
China juga menyiapkan kapal khusus bernama Ling Hang Zhe untuk menangkap dan memulihkan tahap pertama roket di laut.
Kapal ini dilengkapi menara dan jaring penangkap untuk mengamankan roket setelah kembali dari penerbangan.
Jika target pendaratan manusia di bulan tercapai pada 2030, langkah berikutnya adalah membangun stasiun riset internasional di dekat kutub selatan bulan pada 2035.
Baca tanpa iklan