Kunjungan Presiden Israel ke Canberra Picu Amarah Publik, Parlemen Australia Dikepung Massa
Kunjungan Presiden Israel ke Canberra picu demo besar. Parlemen dikepung massa, tuntut sikap tegas Australia soal konflik Gaza.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
TRIB
Ringkasan Berita:
- Ratusan demonstran mengepung Parlemen Australia di Canberra untuk menolak kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog dan mendesak pemerintah bersikap lebih tegas terkait konflik Gaza.
- Aksi dipicu kemarahan atas korban sipil di Gaza serta serangan udara 2024 yang menewaskan pekerja bantuan, termasuk warga Australia, dan tuntutan akuntabilitas hukum.
- Demonstrasi sempat ricuh dengan tuduhan tindakan keras aparat, meski polisi menyatakan pembubaran dilakukan sesuai prosedur demi menjaga keamanan.
TRIBUNNEWS.COM - Ratusan demonstran mengepung Gedung Parlemen Australia di Capital Hill, Canberra untuk menolak kunjungan resmi Presiden Israel Isaac Herzog.
Aksi tersebut berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat dan menjadi bagian dari gelombang protes yang meluas di sejumlah kota di Australia sejak Selasa (10/2/2026).
Sambil membawa poster dan spanduk yang berisi kecaman atas operasi militer Israel di Jalur Gaza para demonstran kompak meneriakan kalimat desakan, menuntut pemerintah Australia mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.
Demonstran menilai operasi militer Israel telah menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar serta memperburuk krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza.
Karena itu, kehadiran Presiden Israel di Australia dianggap tidak tepat ketika konflik masih berlangsung dan mendapat sorotan luas dari masyarakat internasional.
Aksi protes juga dipicu oleh kemarahan atas serangan udara Israel pada April 2024 terhadap konvoi bantuan kemanusiaan World Central Kitchen.
Di mana insiden tersebut menewaskan tujuh pekerja kemanusiaan, termasuk warga negara Australia, Zomi Frankcom, memicu tuntutan agar ada proses hukum serta pertanggungjawaban yang jelas.
Serangkaian insiden ini yang kemudian mendorong demonstran mendesak pemerintah Australia untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih kuat.
Termasuk mendorong akuntabilitas atas insiden tersebut dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil serta pekerja kemanusiaan di zona konflik.
Demo Chaos, Aparat Lakukan Kekerasan
Aksi di Canberra mencerminkan meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintah terkait sikapnya dalam konflik Israel–Palestina, sekaligus menunjukkan bahwa isu Gaza kini menjadi perhatian besar di tengah masyarakat Australia.
Baca juga: Negosiasi Nuklir Iran dan AS Bakal Diikuti Israel, Trump: Netanyahu Butuh Kesepakatan Bagus
Mengutip laporan The Times of Israel, unjuk rasa awalnya berlangsung relatif tertib.
Namun, kelompok penyelenggara aksi, Palestine Action Group Sydney, menuding aparat bertindak represif ketika situasi mulai memanas.
Mereka mengatakan bahwa para demonstran kesulitan meninggalkan lokasi karena area aksi telah dikepung oleh polisi dari berbagai sisi.
Kelompok tersebut juga menuduh aparat membubarkan massa dengan cara yang keras.