Israel Serang Palestina dengan Senjata Termobarik dari AS, Hampir 3.000 Jasad 'Lenyap' Tak Bersisa
Investigasi Al Jazeera mengungkap, komposisi kimia spesifik dalam amunisi Israel dapat mengubah tubuh manusia menjadi abu dalam hitungan detik.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Investigasi Al Jazeera mengungkap, Israel menggunakan senjata termal dan termobarik yang dapat menimbulkan suhu panas ekstrem hingga 3.500 derajat Celsius.
- Siapa pun yang ditarget senjata tersebut, akan tewas dan lenyap seolah menguap begitu saja.
- Tim Pertahanan Sipil di Gaza mencatat, ada 2.842 warga Palestina yang tewas, tanpa ada sisa-sisa jasad.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah investigasi yang dilakukan oleh media yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, mengungkap bahwa Israel menggunakan senjata termal dan termobarik yang membuat ribuan jenazah warga Palestina lenyap tak berbekas.
Senjata tersebut dipasok oleh Amerika Serikat (AS).
Saat terbakar, senjata termal dan termobarik itu dapat mencapai suhu panas ekstrem hingga 3.500 derajat Celsius, sehingga menyebabkan siapa pun yang ditargetnya lenyap.
Diperkirakan hampir 3.000 warga Palestina yang jadi korban senjata tersebut lenyap, tanpa ada sisa-sisa jenazahnya.
Adapun senjata termobarik atau atau bom vakum adalah jenis amunisi yang menyedot oksigen dari sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.
Efek yang ditimbulkan dari ledakan senjata termobarik dapat merusak daerah yang jadi targetnya, dan manusia yang terkena ledakan tersebut akan tewas hingga jasadnya lenyap, seperti menguap begitu saja.
Kisah Pilu Warga Palestina: Jenazah Putra Yasmin Mahani Tak Bersisa
Seorang warga Palestina bernama Yasmin Mahani menceritakan momen dirinya saat berjalan melewati reruntuhan Sekolah al-Tabin yang berasap setelah ditimpa ledakan di Kota Gaza pada Sabtu (10/8/2024).
Yasmin Mahani mencari putranya, Saad.
Kala itu ia menemukan suaminya yang berteriak, tetapi ia tidak melihat jejak Saad sama sekali.
“Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” kata Yasmin Mahani kepada Al Jazeera Arabic dalam investigasi bertajuk The Rest of the Story yang ditayangkan Senin (9/2/2026).
Baca juga: Dino Patti Djalal Sebut Isi Board of Peace Trump Banyak Ranjau, Tak Ada Kata Palestina dan Gaza
“Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan, tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya.”
Yasmin Mahani adalah satu dari ribuan warga Palestina yang kehilangan orang-orang terkasihnya selama gempuran genosida yang dilakukan Israel.
Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, diperkirakan lebih dari 72.000 orang tewas, dan tercatat lebih dari 2.700 keluarga Palestina telah tewas dalam 27 bulan akibat genosida yang dilakukan Israel.
2.842 Warga Palestina Tewas, tanpa Ada Sisa Jasad
Dalam investigasi Al Jazeera Arab, Tim Pertahanan Sipil (Civil Defence) di Gaza mencatat, ada 2.842 warga Palestina yang "lenyap" sejak perang agresi Israel dimulai pada Oktober 2023.
Mereka yang hilang itu seolah tak berbekas, tanpa meninggalkan sisa-sisa jenazah, kecuali hanya percikan darah atau fragmen kecil daging.