Malaysia Tetapkan Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan pada 17 Februari 2026
Guna mengetahui jatuhnya tanggal 1 Ramadan 1447 H di Malaysia, Sejumlah komite akan berupaya memantau hilal di 29 lokasi di seluruh Malaysia
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Malaysia melalui Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja menjadwalkan pemantauan hilal untuk menetapkan awal Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.
- Penetapan awal bulan puasa di Malaysia secara resmi menggunakan kombinasi dua metode, yaitu rukyat (pengamatan visual) dan hisab (perhitungan astronomi).
- Sebanyak 29 titik observasi telah disiapkan di seluruh wilayah Malaysia, mulai dari kompleks astronomi, menara pandang, hingga observatorium di berbagai negara bagian.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Malaysia melalui Pejabat Pemegang Segel atau Mohor Kerajaan mengumumkan bahwa sidang isbat menggunakan metode pencarian hilal untuk menandai awal Ramadan akan digelar pada Selasa mendatang (17/2/2026).
Dikutip dari Bernama, pernyataan tersebut disampaikan Sekretariat Majelis Kerajaan Malaysia pada hari Kamis ini (12/2/2026).
Adapun pihak pejabat pemegang segel atau mohor Kerajaan tersebut, telah menyetujui bahwa awal Ramadan akan ditentukan dengan menggunakan dua metode.
Metode tersebut adalah rukyat atau pengamatan visual, serta hisab atau perhitungan astronomi.
Melalui hasil sidang tersebut, nantinya Pemerintah Malaysia akan mengumumkan secara resmi awal pelaksanaan ibadah puasa pada Selasa malam mendatang melalui radio dan televisi.
Sejumlah komite akan berupaya memantau hilal di 29 lokasi di seluruh Malaysia termasuk Baitul Hilal, Gedung Sultan Ismail, Pontian di Johor; serta Kompleks Astronomi Al-Khawarizmi, Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara di Melaka.
Lokasi pengamatan lainnya meliputi Telok Kemang, Port Dickson di Negeri Sembilan; Bukit Melawati, Kuala Selangor; Bukit Jugra, Banting; Kuala Langat; dan Observatorium Selangor, Sabak Bernam di Selangor.
Di Perak, pemantauan akan dilakukan di Pantai Pasir Panjang, Manjung
Sementara itu, wilayah Penang pengamatan akan dipusatkan pada Pusat Astronomi Sheikh Tahir, Pantai Aceh.
Adapun untuk wilayah Kedah, observasi berlokasi pada beberapa titik seperti Kampung Pulau Sayak (Kuala Muda), Pemandangan Indah (Pulau Langkawi), serta Menara Alor Setar.
Untuk pemantauan wilayah Terengganu, lokasi pengamatan mencakup Bukit Besar di Kuala Terengganu, Bukit Geliga di Kemaman, Pulau Perhentian di Besut, dan Observatorium KUSZA di Setiu.
Baca juga: Kemenag Terbitkan PMA Sidang Isbat 2026, Perkuat Penetapan Awal Ramadan dan Lebaran
Observasi wilayah Kelantan meliputi Bukit Peraksi (Pasir Puteh), Bukit Kampong Tembeling (Kuala Krai), serta Menara Bangunan SEDC (Kota Baru).
Beralih ke Sarawak, hilal akan dipantau melalui Kompleks Astronomi Miri, Teluk Bandung di Kuching, dan Bintulu.
Sementara untuk wilayah Sabah, titik pengamatan meliputi Observatorium Al-Biruni (Tanjung Dumpil, Putatan), Menara Universiti Malaysia Sabah, dan Kampus Internasional Labuan.
Baca tanpa iklan