Rubio dan Zelensky Bertemu di Munich, Macron Bahas Peluang Dialog dengan Putin
Perang di Ukraina menjadi salah satu agenda utama dalam Konferensi Keamanan Munich tahun ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia dan Ukraina pecah pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh, dipicu ketegangan panjang sejak runtuhnya Uni Soviet dan isu ekspansi NATO.
- Konflik memanas sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan terus berlanjut meski berbagai upaya diplomasi dilakukan.
- Terbaru, serangan Rusia melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina, sementara sekutu Barat meningkatkan bantuan militer dan tekanan terhadap Moskow.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.451 pada Jumat (13/2/2026).
Konferensi Keamanan Munich membahas perang Ukraina dengan agenda pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Presiden Volodymyr Zelensky.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dialog dengan Rusia memungkinkan, tapi Eropa harus menyatukan sikap terlebih dahulu.
Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone yang melumpuhkan infrastruktur energi di Kyiv, Odesa, dan Dnipro.
Sekutu Barat menjanjikan sekitar 35 miliar dolar AS bantuan militer tambahan untuk Ukraina tahun ini.
Di sisi lain, wilayah Belgorod di Rusia mengalami pemadaman listrik besar akibat serangan Ukraina.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.
Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.
Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.
Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan.
Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.
Baca juga: IOC Jelaskan Alasan Coret Atlet Olimpiade Ukraina yang Pakai Atribut Perang Rusia
Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.
Upaya perdamaian sempat dilakukan melalui jalur diplomasi internasional, namun tidak membuahkan hasil jangka panjang.
Situasi akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Invasi tersebut memicu kecaman dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat, yang kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia.
Baca tanpa iklan