Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rubio dan Zelensky Bertemu di Munich, Macron Bahas Peluang Dialog dengan Putin

Perang di Ukraina menjadi salah satu agenda utama dalam Konferensi Keamanan Munich tahun ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

“Ini bukan masalah beberapa hari, ada persiapan yang harus dilakukan,” ujarnya setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa.

Serangan Rusia Lumpuhkan Infrastruktur Energi

Rusia melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke Ukraina pada Kamis malam.

Serangan tersebut memperburuk kondisi sistem energi nasional yang telah rusak akibat gelombang serangan sebelumnya.

Puluhan ribu warga di Kyiv, Dnipro, dan Odesa dilaporkan kehilangan akses terhadap pemanas, listrik, dan air bersih.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan sekitar 3.500 gedung apartemen tidak memiliki pemanas akibat gangguan jaringan listrik.

Sebanyak 2.600 gedung tinggi terdampak serangan terbaru, ditambah 1.100 gedung yang sebelumnya telah mengalami pemutusan pasokan.

Perusahaan energi swasta DTEK melaporkan lebih dari 100.000 keluarga mengalami pemadaman listrik.

Odesa dan Dnipro Digempur Bertubi-tubi

Rekomendasi Untuk Anda

Kota pelabuhan Odesa diserang dua kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca juga: Pejabat NATO: Pasukan Ukraina Merangsek di Zaporizhzhia Usai Pasukan Rusia Kehilangan Akses Starlink

Gubernur regional menyebut gelombang kedua serangan drone merusak rumah warga, fasilitas industri, dan infrastruktur energi.

Serangan itu juga mengganggu pasokan listrik, pemanas, dan air.

Sebuah kebakaran terjadi di salah satu pasar kota dan menyebabkan satu orang terluka.

Di Dnipro, serangan gabungan rudal dan drone melukai empat orang termasuk seorang bayi laki-laki dan anak perempuan berusia empat tahun.

Di wilayah Kharkiv yang berbatasan dengan Rusia, dua orang tewas dan enam lainnya terluka akibat serangan di pusat kereta api Lozova.

Atlet Ukraina Tuduh IOC Berpihak

Atlet skeleton Ukraina Vladyslav Heraskevych menuduh Komite Olimpiade Internasional melakukan propaganda Rusia.

Ia dilarang bertanding di Olimpiade Musim Dingin setelah berencana mengenakan helm peringatan untuk menghormati korban perang Ukraina.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas