Negara-Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Indonesia Termasuk?
Beberapa negara melarang atau membatasi Hari Valentine karena alasan budaya, agama, dan politik. Iran paling ketat.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Bobby Wiratama
Ungkapan kasih sayang di ruang publik dilarang, dan penjualan mawar, cokelat, atau pakaian berwarna merah menjelang 14 Februari dapat berujung pada penutupan toko atau denda.
Polisi agama (Mutaween) sebelumnya berpatroli di pusat perbelanjaan dan pasar untuk menegakkan aturan tersebut.
Namun, reformasi sosial yang diprakarsai di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman sejak 2019 menyebabkan pelonggaran kebijakan.
Meski tidak ada dukungan resmi terhadap Hari Valentine, otoritas tidak lagi secara aktif menindak perayaannya.
Toko bunga dan kafe kini secara terbuka memasarkan penawaran khusus, dan pasangan dapat terlihat makan bersama di ruang publik.
3. Korea Utara
Di Korea Utara, semua hari libur Barat dilarang keras sebagai bagian dari upaya rezim menjaga kemurnian ideologi dan kemandirian nasional (Juche).
Hari Valentine tidak diakui, dan setiap upaya merayakannya secara pribadi berisiko memicu pengawasan aparat negara hingga hukuman.
Sebagai gantinya, pemerintah mempromosikan perayaan lokal seperti “Hari Bintang Bersinar” (16 Februari) untuk memperingati ulang tahun mantan pemimpin Kim Jong-il.
Ungkapan romantis, jika ada, harus selaras dengan narasi resmi negara yang berpusat pada loyalitas terhadap kepemimpinan.
4. Pakistan
Di Pakistan, meskipun tidak ada larangan nasional, ulama konservatif dan kelompok politik telah lama menentang Hari Valentine.
Pada 2017, pemerintah Provinsi Punjab sempat mencoba mengkriminalisasi penjualan barang-barang terkait Valentine, meskipun kebijakan tersebut menghadapi tantangan hukum dan penegakan yang terbatas.
Partai-partai Islamis kemudian menyelenggarakan acara tandingan seperti “Hari Cinta Muslim” pada 14 Februari untuk mendorong masyarakat fokus pada cinta spiritual dan ajaran Al-Qur’an.
Di wilayah pedesaan dan lingkungan pesantren, perayaan Valentine distigmatisasi secara sosial.
Sementara itu, kota-kota besar seperti Karachi dan Lahore menyaksikan praktik perayaan bawah tanah yang berkembang, terutama di kalangan generasi muda melalui media sosial.
5. Uzbekistan
Dilansir travelawaits.com, Uzbekistan adalah negara besar di Asia Tengah yang memperoleh kemerdekaan pada 1991 setelah runtuhnya Uni Soviet. Ibu kotanya adalah Tashkent.
Baca tanpa iklan