Militer AS Sedang Persiapkan Operasi Berminggu-minggu di Iran
Dua pejabat yang berbicara secara anonim itu berbicara di tengah diplomasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Militer AS sedang mempersiapkan operasi berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan.
- Dua pejabat AS berbicara secara anonim itu berbicara di tengah diplomasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
- Iran berpendapat AS telah merancang berbagai strategi untuk melemahkan, membendung, dan melumpuhkan Iran seperti yang telah dilakukannya selama empat hingga lima dekade terakhir.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Militer Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan kemungkinan operasi berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan.
Demikian dua kata pejabat AS kepada Reuters, Minggu (15/2/2026).
Jika ini terjadi maka akan berpotensi menjadi konflik yang jauh lebih serius daripada yang pernah terjadi sebelumnya antara kedua negara.
Dua pejabat yang berbicara secara anonim itu berbicara di tengah diplomasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner akan mengadakan negosiasi dengan Iran pada hari Selasa pekan depan di Jenewa, Swiss.
Putaran pertama negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat diadakan pada tanggal 6 Februari di Oman.
Perwakilan dari Oman bertindak sebagai mediator.
Secara terpisah, Axios seperti dikutip dari Tehran Times melaporkan bahwa Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menerima pesan dari Amerika Serikat melalui perantara Oman.
Baca juga: Mengenal Korpasgat, Pasukan Khusus TNI AU yang Akan Dikirim ke Gaza
Kesepakatan dengan Iran Sulit
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa meskipun Trump lebih memilih untuk mencapai kesepakatan dengan Iran namun "itu sangat sulit dilakukan."
Sementara itu, Trump telah mengerahkan kekuatan militer di wilayah tersebut, meningkatkan kekhawatiran akan aksi militer baru di Timur Tengah khususnya Iran.
Para pejabat AS mengatakan pada Jumat (13/2/2026) bahwa Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah, menambah ribuan pasukan lagi bersama dengan pesawat tempur, kapal perusak rudal, dan kekuatan tempur lainnya yang mampu melancarkan serangan dan bertahan melawan serangan tersebut.
Trump, berbicara pada hari Jumat setelah acara militer di Fort Bragg di Carolina Utara, yang terbuka mengemukakan kemungkinan untuk mengganti pemerintahan di Iran, dengan mengatakan bahwa "sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi."
Dia menolak untuk menyebutkan siapa yang dia inginkan untuk mengambil alih Iran, tetapi mengatakan "ada orang-orangnya."
"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara," kata Trump.
"Dalam kampanye berkelanjutan, militer AS dapat menyerang fasilitas negara dan keamanan Iran, bukan hanya infrastruktur nuklir, " kata salah satu pejabat AS.
Baca tanpa iklan