Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS Lancarkan Serangan Balasan ke Puluhan Target ISIS di Suriah, 50 Militan Tewas

Militer AS menggempur puluhan target ISIS di Suriah lewat Operasi Hawkeye, lebih dari 50 militan tewas dan ditangkap.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM - Tentara Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan terhadap puluhan target ISIS di Suriah.

Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas pembunuhan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil Amerika pada Desember lalu.

Dilansir dari Al Jazeera, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang lebih dari 30 target ISIS di Suriah pada 3–12 Februari.

Serangan itu menghantam infrastruktur serta fasilitas penyimpanan senjata kelompok tersebut menggunakan amunisi presisi.

CENTCOM menegaskan serangan ini bertujuan untuk mempertahankan tekanan militer terhadap sisa jaringan ISIS.

Sebelumnya, kelompok tersebut menyerang pasukan AS dan Suriah di dekat kota bersejarah Palmyra, menewaskan Sersan Edgar Brian Torres-Tovar, Sersan William Nathaniel Howard, dan Ayad Mansoor Sakat yang diidentifikasi sebagai penerjemah sipil Amerika.

Operasi yang diberi nama Hawkeye itu telah menewaskan dan menangkap lebih dari 50 pejuang ISIS serta menghantam sekitar 100 target infrastruktur dalam dua bulan terakhir, menurut pernyataan CENTCOM.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, pada Jumat, militer AS menyelesaikan pemindahan ribuan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak untuk diadili.

Baca juga: Singapura Tangkap Remaja Terpapar ISIS, Punya Rencana Penembakan Massal di Bali

Para tahanan dikirim atas permintaan pemerintah Baghdad dan langkah tersebut disambut koalisi pimpinan AS yang selama bertahun-tahun memerangi ISIS.

Dalam perkembangan lain, Kementerian Pertahanan Suriah mengonfirmasi bahwa pasukan pemerintah telah menguasai pangkalan militer al-Tanf di timur negara itu, yang sebelumnya dikelola pasukan AS dalam operasi melawan ISIS.

Koalisi pimpinan AS sebelumnya bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dalam pertempuran yang berujung pada kekalahan teritorial ISIS di Suriah pada 2019.

Namun, Washington kini mulai mendekati pemerintahan baru Suriah dan menyatakan tujuan aliansinya dengan SDF sebagian besar telah tercapai.

Penarikan pasukan AS dari al-Tanf terjadi di tengah upaya Damaskus memperluas kendali atas seluruh wilayah Suriah.

Selain itu, mengutip laporan Asian News International, serangan balasan tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan AS untuk menekan aktivitas ISIS di kawasan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas