Siklon Gezani Tewaskan 4 Orang di Mozambik, 41 Korban Jiwa di Madagaskar
Siklon Gezani hantam Mozambik dan Madagaskar, puluhan tewas, ratusan luka, ribuan rumah rusak dan warga mengungsi.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Siklon Gezani menewaskan sedikitnya empat orang di Provinsi Inhambane, Mozambik, pada Sabtu (14/2/2026).
- Sehari sebelumnya, badai tersebut menerjang Madagaskar dan menewaskan sedikitnya 41 orang.
- Siklon mendarat di dekat Toamasina pada 10 Februari dengan kecepatan angin hingga 250 kilometer per jam.
TRIBUNNEWS.COM - Siklon Gezani menewaskan sedikitnya empat orang di Provinsi Inhambane, Mozambik, pada Sabtu (14/2/2026).
Peristiwa itu terjadi sehari setelah badai tersebut menerjang Madagaskar dan menewaskan sedikitnya 41 orang.
Dilansir dari AFP, badai menghantam wilayah pesisir selatan Mozambik dengan kecepatan angin mencapai 215 kilometer per jam.
Angin kencang menumbangkan pepohonan dan tiang listrik.
Siklon juga menyebabkan lebih dari 13.000 warga kehilangan aliran listrik.
Pasokan air juga terputus di sejumlah distrik Kota Inhambane yang berpenduduk sekitar 100.000 orang.
"Mozambik sebelumnya juga dilanda banjir besar yang memengaruhi lebih dari 700.000 orang dan merusak sekitar 170.000 rumah dalam beberapa pekan terakhir," menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB.
Sementara itu, pemerintah Madagaskar menetapkan keadaan darurat nasional setelah siklon menyebabkan kerugian sekitar 142 juta dolar AS
Selain korban tewas, sedikitnya 427 orang terluka dan sekitar 16.300 warga mengungsi.
Baca juga: Siklon Gezani Hancurkan Madagaskar: 38 Orang Tewas, Mozambik Bersiap Siaga Hadapi Dampak Susulan
Dikutip dari laporan UN OCHA berjudul Madagascar: Humanitarian Impact of Tropical Cyclone Gezani, Flash Update No. 2 (13 February 2026), siklon mendarat di dekat Toamasina pada 10 Februari dengan kecepatan angin hingga 250 kilometer per jam.
Menurut otoritas nasional Madagaskar, sedikitnya 36 orang tewas, enam orang hilang, dan 374 orang terluka.
Sekitar 257.222 orang terdampak, hampir 18.000 rumah hancur, lebih dari 37.000 rusak, dan sekitar 600 ruang kelas mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Madagaskar telah mengajukan permohonan dukungan internasional.
Dana darurat sebesar 3 juta dolar AS dari CERF dan 1,46 juta dolar AS dari Start Fund telah diaktifkan untuk mendukung respons awal, termasuk distribusi bantuan pangan dan evakuasi warga terdampak.
Baca tanpa iklan