Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Spekulasi Global Putin 'Hilang' Lebih dari 10 Hari, Eropa Perketat Serangan

Presiden Rusia dilaporkan tidak muncul di publik selama lebih dari 10 hari sejak awal Februari, memicu spekulasi global

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Vladimir Putin tak terlihat publik lebih dari 10 hari, memicu spekulasi soal kesehatannya di tengah perang Ukraina.
  • Inggris merespons ketegangan dengan mengerahkan kapal induk ke Atlantik Utara untuk menghadapi aktivitas militer Rusia.
  • Situasi ini menambah ketidakpastian dalam hubungan Rusia–Eropa.

 

TRIBUNNEWS.COM - \Ketidakhadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dari kehidupan publik selama lebih dari sepuluh hari berturut-turut telah memicu gelombang spekulasi internasional tentang kondisi kesehatannya, serta memperkuat ketidakpastian geopolitik di tengah konflik Rusia dengan Eropa dan NATO.

Terakhir kali Putin terlihat dalam pidato publik adalah pada 5 Februari 2026, dan sejak saat itu media negara Rusia hanya menayangkan rekaman yang diduga sudah direkam sebelumnya, mengutip The Sun.

Ketidakhadiran ini langsung menimbulkan berbagai teori mengenai kesehatannya — mulai dari dugaan penyakit serius hingga teori konspirasi penggunaan body doubles.

Bahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengomentari ketidakhadiran Putin dengan menyiratkan bahwa usia dan kondisi kesehatan Putin menjadi faktor tidak bisa diabaikan.

Spekulasi seputar kondisi Putin juga dipicu oleh sejarah rumor serupa sepanjang masa kepemimpinannya, termasuk klaim tidak berdasar soal penggunaan body doubles selama masa-masa ketidakhadiran dari publik.

Rekomendasi Untuk Anda

Teori semacam ini telah beredar lama di media Barat dan jejaring sosial, meskipun Kremlin secara resmi sering membantahnya.

Ketidakpastian di Moskow terjadi bersamaan dengan pengetatan langkah militer oleh negara-negara Eropa, khususnya Inggris, yang menanggapi peningkatan aktivitas militer Rusia di Lautan Atlantik Utara dan kawasan Arktik.

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa tahun 2026 akan mengerahkan Kelompok Serang Kapal Induk (Carrier Strike Group) yang dipimpin oleh HMS Prince of Wales ke Atlantik Utara dan High North (Arktik) sebagai bagian dari Operasi Firecrest — langkah yang digambarkan sebagai “unjuk kekuatan besar” terhadap potensi ancaman Moskow.

Kapal induk ini akan beroperasi bersama jet tempur F-35, kapal perang lain, serta melakukan latihan bersama negara anggota NATO termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Menurut pengumuman resmi pemerintah Inggris, operasi ini akan mencakup latihan besar untuk memperkuat keamanan Euro-Atlantik dan melindungi infrastruktur bawah laut penting dari ancaman agresi.

Langkah ini juga mencerminkan kekhawatiran dari sekutu NATO atas peningkatan aktivitas Angkatan Laut Rusia di wilayah tersebut, yang menurut laporan meningkat hingga puluhan persen dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Zelenskyy Ngambek, Trump Disebut Lebih Sering Tekan Ukraina Bukan Rusia, Sebut Putin Budak Perang

Ketiadaan Putin di panggung publik terjadi ketika konflik Rusia–Ukraina memasuki fase kritis, dengan upaya diplomatik yang kerap menemui jalan buntu. 

Ukraina terus mendapatkan dukungan militer dan moral dari sekutu barat, sedangkan Moskow tetap menegaskan posisi kerasnya dalam konflik tersebut.

Sementara itu, para pemimpin Eropa dan sekutu NATO menegaskan pentingnya kesiapan mempertahankan keamanan wilayah mereka dari kemungkinan eskalasi, termasuk dengan memperluas latihan militer dan koordinasi pertahanan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas