Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Rebut 201 Kilometer Persegi dari Rusia, Trump Desak Zelensky Segera Berunding

Zelensky memperingatkan potensi serangan udara besar Rusia, di satu sisi Trump berharap Ukraina segera mencapai kesepakatan dengan Rusia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Ukraina merebut kembali 201 km persegi wilayah dari Rusia, diduga memanfaatkan gangguan Starlink di garis depan.
  • Sementara itu, Trump mendesak percepatan perundingan damai, namun Rusia tetap mempertahankan tuntutan kerasnya.
  • Di tengah konflik, korban sipil Ukraina naik 26 persen pada 2025 dan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi terus meningkat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.455 pada Selasa (17//2/2026).

Ukraina berhasil merebut kembali wilayah seluas 201 kilometer persegi dari Rusia dalam waktu singkat.

Capaian ini menjadi yang terbesar sejak pertengahan 2023.

Keberhasilan tersebut diduga memanfaatkan gangguan komunikasi pasukan Rusia akibat pemblokiran akses Starlink oleh Elon Musk.

Di tengah kemajuan militer, politik domestik Kyiv diguncang skandal korupsi besar setelah penangkapan mantan menteri energi atas tuduhan pencucian uang suap.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mendesak Ukraina segera berunding dengan Rusia menjelang pertemuan trilateral di Jenewa Swiss yang dimediasi Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky memperingatkan potensi serangan udara besar Rusia yang menargetkan infrastruktur energi nasional.

Situasi kemanusiaan memburuk setelah Action on Armed Violence mencatat kenaikan korban sipil hingga 26 persen akibat pemboman sepanjang tahun lalu.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.

Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.

Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.

Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan.

Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Baca juga: Pembangkit Listrik Dihantam Rudal Ukraina, Kota Belgorod Rusia Bentuk Komisi Darurat

Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas