Kerugian Ekonomi Akibat Alergi Serbuk Sari di Jepang Capai Rp250 Triliun per Hari
Alergi serbuk sari di Jepang picu kerugian hingga 245 miliar yen per hari, perusahaan mulai beri tunjangan khusus karyawan
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Menjelang musim semi di Jepang, kasus alergi serbuk sari meningkat dan diperkirakan lebih tinggi dari rata-rata tahunan
- Survei Panasonic menunjukkan 88,6 persen pekerja terdampak mengaku produktivitasnya turun, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai 245 miliar yen per hari
- Sejumlah perusahaan mulai memberi tunjangan dan subsidi terapi untuk menjaga kinerja karyawan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Menjelang musim semi, jumlah penderita alergi serbuk sari (kafunsho) di Jepang kembali meningkat.
Tahun ini, tingkat penyebaran serbuk sari diperkirakan lebih tinggi dari rata-rata tahunan, memicu kekhawatiran luas, bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga dampak ekonomi yang sangat besar.
Alergi serbuk sari yang kini dijuluki sebagai “penyakit nasional” karena diperkirakan dialami oleh satu dari dua warga Jepang, terbukti berdampak serius terhadap produktivitas kerja.
Berdasarkan estimasi terbaru, kerugian ekonomi akibat penurunan kinerja tenaga kerja karena alergi ini mencapai sekitar 245 miliar yen per hari (sekitar Rp 250 triliun).
Baca juga: Anonim Sumbangkan Emas Batangan Senilai Rp56 Miliar ke Dinas Air Osaka Jepang
Hampir 90% pekerja terdampak di tempat kerja
Survei yang dilakukan perusahaan elektronik besar Panasonic pada Desember 2025 (diungkapkan 20/2/2026) terhadap 6.601 responden usia 20–60 tahun menunjukkan bahwa sekitar separuh responden mengaku sangat atau cukup terganggu oleh alergi serbuk sari.
Dari responden yang mengalami gangguan tersebut, sebanyak 88,6% mengatakan kondisi mereka memengaruhi performa kerja.
Rata-rata waktu produktivitas yang hilang mencapai sekitar 3,2 jam per hari, bahkan ada pekerja yang mengaku kehilangan lebih dari 8 jam produktivitas.
Dengan menggabungkan hasil survei tersebut dengan data statistik tenaga kerja nasional, para peneliti memperkirakan bahwa penurunan produktivitas ini menyebabkan kerugian ekonomi harian mencapai sekitar 245 miliar yen.
Perusahaan mulai mengambil langkah khusus
Menyadari dampak besar terhadap produktivitas, sejumlah perusahaan di Jepang mulai mengambil langkah konkret untuk mendukung karyawan yang menderita alergi serbuk sari.
Perusahaan layanan makanan lansia Cook Deli di Osaka, misalnya, memperkenalkan tunjangan khusus alergi serbuk sari.
Program ini mencakup subsidi biaya pengobatan hingga 4.000 yen per tahun serta pembagian tisu pelembap khusus.
Kebijakan ini lahir setelah survei internal menunjukkan hampir setengah karyawan menderita alergi serbuk sari, dan 89?ri mereka merasa tidak dapat bekerja secara optimal akibat gejala seperti hidung tersumbat dan sakit kepala.
Beberapa karyawan yang bekerja di bidang pengembangan makanan bahkan mengeluhkan gangguan pada indera penciuman dan perasa.
Baca juga: WN Jepang Tewas di Hotel Kawasan Gambir Jakpus, Tak Ditemukan Tanda Kekerasan
Program diperluas tahun ini
Tahun ini, perusahaan tersebut memperluas tunjangan dengan menanggung biaya terapi laser, terapi imun sublingual (pengobatan jangka panjang alergi), serta pemeriksaan alergi.
Baca tanpa iklan