Greenland Tolak Tawaran Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump
Greenland Tolak bantuan kapal rumah sakit dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Greenland menolak tawaran Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal rumah sakit ke wilayah tersebut.
- Hal itu dikatakan Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen.
- Pihaknya menegaskan bahwa sistem kesehatan publik Greenland mampu memenuhi kebutuhan warganya tanpa bantuan asing.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Greenland pada Minggu menyatakan tidak memerlukan bantuan medis dari negara lain, sekaligus menolak tawaran Presiden Amerika Serikat, , untuk mengirim kapal rumah sakit ke wilayah otonom tersebut.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa Amerika Serikat, bekerja sama dengan Gubernur Louisiana yang ia tunjuk sebagai perwakilan khusus untuk Greenland, akan mengirimkan kapal rumah sakit ke pulau tersebut.
“Bekerja sama dengan Gubernur Louisiana yang luar biasa, Jeff Landry, kami akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan di sana,” tulis Trump. “Kapal itu sedang dalam perjalanan!!!”
Namun, Perdana Menteri Greenland, , dengan tegas menolak tawaran tersebut.
“Kami menolak tawaran itu,” tulis Nielsen di halaman Facebook resminya.
Ia menambahkan bahwa Greenland memiliki sistem kesehatan publik yang menyediakan layanan gratis bagi seluruh warga negara, sehingga tidak memerlukan intervensi medis dari luar, mengutip Anadolu Agency, Senin (23/2/2026).
Penolakan ini muncul di tengah kembali menguatnya minat Trump terhadap penguasaan AS atas Greenland dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden AS itu beralasan bahwa kepentingan keamanan nasional, terutama terkait aktivitas Rusia dan China di kawasan Arktik, menjadi pertimbangan utama.
Trump bahkan sempat mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkah tersebut.
Namun, ancaman itu kemudian ditarik setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, , dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Dalam pertemuan tersebut, Trump menyebut telah disepakati kerangka kerja untuk potensi kesepakatan yang melibatkan Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas.
Ia juga mengungkapkan akan ada pembicaraan lanjutan antara AS, Denmark, dan Greenland.
Selain itu, Trump menyatakan diskusi lebih lanjut akan dilakukan terkait sistem pertahanan rudal Golden Dome milik AS dalam kaitannya dengan Greenland, menandakan bahwa isu keamanan tetap menjadi fokus utama dalam dinamika hubungan ketiga pihak.
(*)
Baca tanpa iklan