Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenderal Militer AS Disebut Menentang Perang dengan Iran, Trump Bantah dan Singgung Potensi Perang

Media arus utama Amerika telah melaporkan tentang potensi serangan AS terhadap Iran yang akan segera terjadi dan secara rinci.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
zoom-in Jenderal Militer AS Disebut Menentang Perang dengan Iran, Trump Bantah dan Singgung Potensi Perang
Dok White House
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT - Foto yang dirilis Gedung Putih menampilkan Presiden AS Donald Trump berbicara kepada anggota media di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada 20 Januari 2026. Media arus utama Amerika telah melaporkan tentang potensi serangan AS terhadap Iran yang akan segera terjadi dan secara rinci. 

Kantor Caine menanggapi artikel The Washington Post dengan menyatakan bahwa ia bertugas menyediakan “berbagai opsi militer, serta pertimbangan sekunder dan dampak serta risiko terkait, kepada para pemimpin sipil yang membuat keputusan keamanan Amerika”.

Outlet berita online Axios, yang juga melaporkan kekhawatiran Caine dalam diskusi dengan Trump, mengatakan dalam sebuah artikel pada Senin malam bahwa Caine adalah satu-satunya tokoh militer yang memberi pengarahan kepada Trump tentang Iran selama beberapa minggu terakhir.

Media tersebut melaporkan bahwa kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, yang bertugas mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, belum diundang ke pertemuan atau berbicara dengan Trump sejak Januari.

Baca juga: Iran Peringatkan DK PBB Akan Balas Tegas Jika AS Lakukan Agresi Militer

KEPULAN ASAP - Tangkap layar Khaberni, Rabu (28/1/2026) yang menunjukkan kepulan asap di sebuah lokasi di Iran.
KEPULAN ASAP - Tangkap layar Khaberni, Rabu (28/1/2026) yang menunjukkan kepulan asap di sebuah lokasi di Iran. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Adapun Trump telah mempertimbangkan serangan terhadap Iran selama berminggu-minggu, memusatkan sejumlah besar pasukan AS di Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan perang yang dapat menyebarkan kekacauan dan konflik di seluruh wilayah tersebut.

Iran tidak memberikan ancaman yang nyata bagi AS, dan serangan tanpa provokasi kemungkinan besar akan melanggar hukum internasional.

Iran telah menyatakan harapan bahwa negosiasi dapat membuahkan hasil, tetapi telah menolak apa yang disebutnya sebagai serangkaian tuntutan maksimalis AS mengenai isu-isu seperti pengayaan nuklir, rudal balistik, dan dukungan untuk proksi regional.

Para analis mencatat bahwa banyak tuntutan Washington terhadap Teheran sejalan dengan prioritas Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas