Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Zelenskyy Akan Tunjuk Perwakilan Baru Ukraina di Belarusia

Presiden Ukraina Zelenskyy sebut kementerian luar negerinya akan tunjuk perwakilan baru untuk negaranya di Belarusia, negara yang dekat dengan Rusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Zelenskyy Akan Tunjuk Perwakilan Baru Ukraina di Belarusia
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (23/2/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 18 Februari 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026). -- Zelenskyy sebut kementerian luar negerinya akan tunjuk perwakilan baru untuk negaranya di Belarusia, negara yang dekat dengan Rusia. 

Perdana Menteri Slovakia Robert Fico dan Viktor Orbán menuduh Zelenskyy melakukan “pemerasan” terkait jalur pipa tersebut.

Ukraina menyatakan pipa Druzhba rusak akibat serangan udara Rusia pada 27 Januari. 

Namun, Slovakia dan Hungaria mengatakan pipa itu sudah diperbaiki.

Di tengah perselisihan ini, Orbán juga memblokir pinjaman darurat Uni Eropa untuk Ukraina.

  • Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia

Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency) mengumumkan telah menengahi gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina.

Kesepakatan ini memungkinkan pemulihan pasokan listrik cadangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan ini adalah gencatan senjata lokal kelima yang berhasil mereka negosiasikan sejak perang dimulai.

  • 55 Warga Ghana Tewas dalam Perang Dukung Rusia

Rekomendasi Untuk Anda

Setidaknya 55 warga Ghana dilaporkan tewas setelah diduga “dipancing” untuk ikut berperang di pihak Rusia.

Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, mengatakan bahwa sejak 2022 ada 272 warga Ghana yang diyakini direkrut. Dari jumlah itu, sekitar 55 orang meninggal dan dua orang menjadi tawanan perang.

Belakangan ini, makin banyak laporan tentang pria-pria Afrika yang dijanjikan pekerjaan di Rusia, tetapi kemudian dikirim ke medan perang di Ukraina. Hal ini memicu ketegangan antara Rusia dan beberapa negara Afrika.

Rusia membantah merekrut warga Afrika secara ilegal. Sementara itu, Ukraina menyebut lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara saat ini bertempur di pihak militer Rusia.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas