Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tren Kobachi Gurume Kian Populer di Jepang, Porsi Kecil Sarat Cita Rasa

Kobachi gurume, tren kuliner mangkuk kecil di Jepang, tawarkan menu sehat, variatif, dan estetik dalam satu set santap

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tren Kobachi Gurume Kian Populer di Jepang, Porsi Kecil Sarat Cita Rasa
Tribunnews.com/Richard Susilo
KOBACHI GURUME - Satu model Kobachi Gurume, satu set terdiri 10 jenis makanan kecil sekali suap (hitokuchi) di sebuah restoran di Shibuya hanya berharga 2680 yen Richard Susilo 

Ringkasan Berita:
  • Tren kobachi gurume (小鉢グルメ) kian populer di Shibuya, Jepang, seiring meningkatnya kesadaran pola makan sehat 
  • Konsep ini menyajikan beragam hidangan dalam mangkuk kecil dengan porsi mungil namun variatif. Selain membantu kontrol kalori, tampilannya estetik dan kaya nutrisi 
  • Tren ini juga diminati wisatawan serta membuka peluang bisnis kuliner modern berbasis tradisi.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO  – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Jepang terhadap pola makan sehat dan seimbang, konsep kobachi gurume (小鉢グルメ) semakin mendapat tempat di hati konsumen.

"Model sekali makan (hitokuchi), makanan enak, bervariasi, tidak akan membosankan makan pola ini," papar seorang pemilik restoran di Shibuya Hiroaki Fujita baru-baru ini.

 Istilah ini merujuk pada sajian kuliner dalam mangkuk kecil (kobachi) dengan porsi mungil namun kaya variasi rasa.

Secara harfiah, ko berarti kecil dan bachi berarti mangkuk, sementara gurume merujuk pada kuliner. 

Dalam praktiknya, kobachi gurume menghadirkan beragam hidangan pendamping dalam ukuran kecil, memungkinkan pelanggan menikmati banyak jenis makanan dalam satu kali santap.

Baca juga: PM Jepang Soroti Kerja Sama Rehabilitasi dengan Indonesia, Siap Berbagi Teknologi Tinggi

Filosofi “Sedikit tapi Beragam”
Rekomendasi Untuk Anda

Berbeda dengan konsep porsi besar, kobachi menekankan keseimbangan dan keberagaman. 

Satu set menu bisa terdiri dari beberapa mangkuk kecil berisi sayuran rebus (ohitashi), tumisan akar burdock (kinpira gobo), tahu dingin (hiyayakko), hingga seafood berbumbu wijen (aemono).

"Harganya pun juga satu set terdiri 10 variasi makanan hanya 2680 yen saja. Artinya satu kali makan sekitar 260 yen untuk satu jenis makanan," tambahnya.

Konsep ini selaras dengan budaya makan Jepang yang mengedepankan variasi nutrisi dan keindahan penyajian. 

Setiap mangkuk kecil disusun rapi, menciptakan tampilan yang menarik sekaligus menggugah selera.

Didukung Tren Gaya Hidup Sehat

Para pelaku industri restoran melihat kobachi sebagai jawaban atas kebutuhan konsumen modern yang ingin makan sehat tanpa berlebihan. 

Dengan porsi kecil, pelanggan dapat mengontrol asupan kalori, namun tetap merasakan kepuasan dari ragam cita rasa.

Restoran tradisional, izakaya, hingga kafe modern kini banyak mengadaptasi konsep ini. 

Bahkan beberapa hotel dan restoran kelas atas menghadirkan paket makan siang bertema kobachi untuk menarik pelanggan perempuan dan kalangan lansia yang menginginkan menu ringan.

Baca juga: Alasan Kuliner Jepang Tren di Indonesia

Peluang Bisnis dan Daya Tarik Wisata
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas