CIA Suplai Info Detail ke Israel, Di Balik Layar Pembunuhan Khamenei dan Para Petinggi Iran
Badan intelijen AS, CIA telah memantau pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan, berhasil menyusup ke dalam struktur Iran.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
CIA Suplai Info ke Israel, Detail di Balik Layar Pembunuhan Khamenei dan Para Petinggi Iran
TRIBUNNEWS.COM - The New York Times melaporkan, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membantu menemukan lokasi pertemuan para pemimpin senior Iran sebelum Israel melakukan serangan yang menargetkan lokasi tersebut di Teheran, Sabtu (28/2/2026).
Serangan terkoordinasi ini mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat militer senior Iran.
Menurut surat kabar tersebut, badan intelijen AS itu telah memantau pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan.
Baca juga: Persenjataan yang Digunakan AS Serang Iran: Dari F-35, F-18, Rudal Tomahawk hingga Drone Kamikaze
Hasilnya, CIA mampu meningkatkan keakuratan intelijennya mengenai keberadaan dan pola perjalanan Khamenei.
Sebelum serangan itu, badan intelijen tersebut mengetahui adanya pertemuan para pejabat senior Iran yang dijadwalkan pada Sabtu pagi di pusat komando di jantung Teheran, dan dipastikan kalau Pemimpin Tertinggi akan hadir.
Surat kabar itu menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan untuk memanfaatkan intelijen baru ini, yang, seperti yang dijelaskan surat kabar itu, memberi mereka "kesempatan" untuk mencapai tujuan awal: melenyapkan para pemimpin puncak Iran, termasuk Khamenei.
The New York Times mencatat, kecepatan pelaksanaan operasi tersebut mencerminkan tingkat koordinasi dan pertukaran informasi yang tinggi antara Washington dan Tel Aviv.
Operasi serangan juga menggambarkan kedalaman penetrasi intelijen ke dalam struktur kepemimpinan Iran, khususnya setelah perang dua belas hari pada Juni tahun 2025 lalu.
Artinya, AS lewat CIA-nya sudah punya "orang dalam" dalam struktur kepemimpinan Iran.
Surat kabar itu juga menganggap serangan AS-Israel tersebut membuat kepemimpinan Iran gagal mengambil tindakan pencegahan yang memadai, meskipun ada indikasi publik tentang kesiapan perang.
Info Sangat Akurat
Menurut laporan tersebut, CIA memberikan Israel informasi yang digambarkan sebagai "sangat akurat" mengenai lokasi Khamenei.
Israel kemudian mengandalkan informasi ini, bersama dengan intelijennya sendiri, untuk melakukan operasi yang telah direncanakan selama berbulan-bulan, yang menargetkan para pemimpin senior Iran.
Serangan itu awalnya direncanakan untuk malam hari, tetapi pemerintah AS dan Israel memutuskan untuk mengubah waktunya untuk memanfaatkan pertemuan yang berlangsung pada Sabtu pagi di kompleks pemerintahan yang menampung kantor presiden, Pemimpin Tertinggi, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Surat kabar tersebut melaporkan, Israel memperkirakan pertemuan itu akan dihadiri oleh sejumlah pejabat senior, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour, Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh, kepala Dewan Militer, Ali Shamkhani, komandan Angkatan Udara Garda Revolusi, Majid Mousavi, Wakil Menteri Intelijen, Mohammad Shirazi, serta pejabat lainnya.
Baca tanpa iklan