Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Said Aldi Al Idrus: Tewasnya Ayatullah Ali Khamenei Ancam Perdamaian Dunia

Aldi menilai serangan tersebut bukan hanya menyasar simbol kepemimpinan negara berdaulat, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
zoom-in Said Aldi Al Idrus: Tewasnya Ayatullah Ali Khamenei Ancam Perdamaian Dunia
Tribunnews.com/tangkap layar/BI/Pléiades Neo (c) Airbus DS 2026
SERANGAN KE TEHERAN - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Tampak lokasi yang tadinya terdiri dari beberapa rata tanah setelah serangan hari Sabtu. 

Ringkasan Berita:
  • PP AMPG mengutuk keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
  • Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menilai serangan tersebut bukan hanya menyasar simbol kepemimpinan negara berdaulat, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
  • Menurut Aldi, serangan itu mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia, terlebih dilakukan pada bulan Ramadhan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mengutuk keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026) lalu.

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus menilai serangan tersebut bukan hanya menyasar simbol kepemimpinan negara berdaulat, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya dalam tata hubungan internasional.

“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia. Bahkan secara khusus karena dilakukan di bulan yang disucikan umat Islam yakni bulan Ramadhan,” ujar Said Aldi kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Dia juga menilai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu telah melakukan penistaan kemanusiaan dengan menerobos asas wilayah dan otoritas negara lain, sekaligus mencederai rasa keagamaan umat Islam dunia.

Menurut Aldi, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka.

Said Aldi menegaskan sikap PP AMPG sejalan dengan pandangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, bahwa kedaulatan setiap negara wajib dihormati. Ia menyebut tindakan militer sepihak sebagai pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Rekomendasi Untuk Anda

“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” kata fia.

Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan yang timbul, terlebih serangan terjadi pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. 

Berdasarkan laporan media internasional, serangan tersebut memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah strategis Iran, termasuk Teheran, dengan korban sipil berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” kat Presiden Pemuda Masjid Dunia itu.

Aldi pun mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas di forum internasional untuk menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.

“Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam,” katanya.

Dia pun meminta jalur diplomasi diintensifkan melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB guna mencegah konflik meluas. 

Eskalasi konflik, menurutnya, berisiko berdampak global, termasuk terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional.

“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas