Peneliti BRIN Sudah Memprediksi AS Bakal Serang Iran: Perundingan Hanya Gimik Trump
Peneliti BRIN Nostalgiawan Wahyudi menyatakan, pihaknya sudah memprediksi bahwa Israel-Amerika Serikat (AS) akan menyerang Israel.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Peneliti BRIN Nostalgiawan Wahyudi sudah memprediksi bahwa AS akan menyerang Iran.
- Menurutnya, perundingan antara AS dengan Iran yang sebelumnya digelar hanyalah gimik dari Presiden AS Donald Trump.
- Tujuan dari Trump adalah menghancurkan fasilitas nuklir dan melemahkan sistem militer Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nostalgiawan Wahyudi menyatakan, pihaknya sudah memprediksi bahwa Israel-Amerika Serikat (AS) akan menyerang Israel.
Menurutnya, perundingan antara AS dengan Iran yang sebelumnya dilakukan hanyalah gimik dari Presiden AS Donald Trump.
Menurutnya, target dari Trump memang melakukan penyerangan untuk menghancurkan fasilitas nuklir dan melemahkan sistem militer Iran.
"Serangan yang terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026) yang cukup mendadak itu sebetulnya sudah kita antisipasi," ujar Nostalgiawan dalam program Overview yang tayang di YouTube Tribunnews, Selasa (3/3/2026).
"Kami dari BRIN sudah mengira bahwa sebetulnya perundingan yang sebelumnya diilakukan itu hanya gimik dari Trump yang tidak lain targetingnya memang untuk melakukan penyerangan terhadap fasilitas nuklir dari Iran dan juga melemahkan sistem militer dari Iran," sambungnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menilai bahwa Iran sebagai salah satu ancaman terbesar AS pada abad ini merupakan hal yang tidak terlalu benar.
"Dalam arti kalau secara langsung perang proksi antara Amerika dengan Iran itu berada pada bentangan yang cukup jauh dan itu sangat tidak mungkin itu terjadi," ucapnya.
Menurutnya, keberadaan Iran adalah sebuah ancaman bagi Israel di Timur Tengah.
"Dan sebetulnya yang menjadi ancaman tersendiri dari adanya Iran itu Israel," ungkap Wawan.
Prabowo Diminta Komunikasi dengan Trump
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI F-PKS Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta Presiden Prabowo Subianto segera melakukan komunikasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump guna menghentikan perang yang dipicu serangan Israel dengan dukungan AS terhadap Iran.
Permintaan tersebut disampaikan HNW menyusul adanya wacana Indonesia ingin mengambil peran sebagai juru damai dalam konflik Israel-AS dengan Iran.
Baca juga: Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Dilaporkan Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya
HNW menilai, komunikasi langsung antar-kepala negara menjadi langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah Indonesia.
Menurut HNW, posisi Indonesia sebagai bagian dari negara yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Trump semestinya dapat dimanfaatkan untuk mendorong Amerika Serikat menghentikan agresi militer.
“Apalagi kemarin Pak Prabowo begitu disapa dengan sangat menyanjung oleh Donald Trump pada pertemuan terakhir di Washington waktu KTT BoP,” kata HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Baca tanpa iklan