Tak Takut dengan Israel, Jenderal Iran: Kami Tahu Lokasi Rapat Netanyahu
Penasihat senior Panglima Tertinggi Iran, Mayjen Yahya Rahim Safavi memberikan pernyataan provokatif kepada Israel.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mayjen Yahya Rahim Safavi melontarkan pernyataan provokatif terhadap Israel.
- Dalam pernyataannya, Safavi mengeklaim bahwa pihaknya memiliki data intelijen yang sangat presisi.
- Data intelijen itu termasuk lokasi persis di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan-pertemuannya.
TRIBUNNEWS.COM - Iran kembali melontarkan pernyataan provokatif yang menyasar jantung pertahanan Israel.
Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mayjen Yahya Rahim Safavi, mengeklaim bahwa pihaknya memiliki data intelijen yang sangat presisi.
Data intelijen itu mencakup lokasi persis di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan-pertemuannya.
Dalam sebuah wawancara televisi pada Selasa (3/3/2026), Safavi menegaskan bahwa serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel belakangan ini tidak memberikan dampak signifikan bagi pertahanan Iran.
Ia justru menyebut Netanyahu telah terjebak dalam delusi dan informasi yang keliru.
"Netanyahu memberikan informasi palsu dan estimasi yang salah."
"Dia mengira Iran melemah setelah 'Perang 12 Hari', padahal kenyataannya kami sekarang puluhan kali lipat lebih kuat," ujar Safavi sebagaimana dikutip dari WANA.
Safavi mengungkapkan bahwa di balik meja diplomasi dan seruan perdamaian, Teheran diam-diam terus memacu mesin perangnya.
Ia mengeklaim kekuatan ofensif Iran, terutama dalam teknologi rudal dan drone, telah meningkat tajam hingga sepuluh kali lipat.
Jangkauan intelijen Iran pun disebutnya telah menyusup jauh ke wilayah lawan.
Menurutnya, Kementerian Intelijen Iran saat ini memiliki "pengawasan penuh" atas titik-titik vital musuh.
Baca juga: Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Dilaporkan Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya
"Kami memegang intelijen lengkap terkait target-target musuh di sekitar Iran, termasuk sasaran milik Amerika Serikat dan Israel."
"Kami bahkan tahu di mana lokasi pertemuan Netanyahu secara persis."
"Basis data intelijen kami sudah lengkap," tegas jenderal bintang dua tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah puing-puing sisa serangan udara Israel dan AS yang menghantam beberapa titik di Teheran pada awal Maret 2026.
Baca tanpa iklan