Zelenskyy: Rusia Siapkan Serangan Besar ke Ukraina pada Musim Semi
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia menyiapkan serangan besar ke infrastruktur penting di Ukraina pada musim semi mendatang.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Zelenskyy mengatakan Rusia sedang menyiapkan serangan baru terhadap fasilitas infrastruktur penting di Ukraina pada musim semi mendatang.
- Ukraina menyiapkan pertahanan di sejumlah kota, namun Kyiv masih belum siap karena menjadi target serangan besar-besaran sebelumnya.
- Kanselir Jerman mendesak Trump untuk lebih menekan Rusia dalam upaya perundingan yang diharapkan dapat mengakhiri perang.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1470 pada Rabu (4/3/2026).
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pasukan Rusia tengah menyiapkan serangan baru yang menyasar fasilitas infrastruktur penting Ukraina pada musim semi ini.
Zelenskyy mengungkapkan bahwa ia telah memimpin rapat Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional untuk membahas kesiapan negara menghadapi musim dingin mendatang sekaligus potensi ancaman dalam waktu dekat.
Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari seluruh wilayah serta kota-kota besar di Ukraina.
Menurutnya, setiap daerah telah menyiapkan rencana khusus yang mencakup sektor energi, infrastruktur vital, hingga sistem logistik guna memastikan ketahanan selama musim dingin.
Namun, ia menyoroti bahwa ibu kota Kyiv masih belum sepenuhnya siap. Meski demikian, Zelenskyy menegaskan pemerintah akan segera mengatasi kekurangan tersebut.
"Untuk masing-masing wilayah, telah disiapkan rencana khusus – yang mencakup energi, infrastruktur penting, dan logistik – untuk musim dingin mendatang. Sayangnya, Kyiv adalah satu-satunya pengecualian – ibu kota terbukti tidak siap. Tetapi kami akan mengatasi tantangan ini juga," kata Zelenskyy dalam pidatonya, Selasa (3/3/2026).
Ia memperingatkan bahwa Rusia diperkirakan tidak akan mengurangi frekuensi maupun intensitas serangan pada musim semi. Infrastruktur penting diprediksi tetap menjadi sasaran utama, seperti yang telah terjadi sebelumnya.
Karena itu, Zelenskyy menekankan pentingnya memperkuat persiapan sejak sekarang. Upaya tersebut meliputi penyediaan sumber listrik dan pemanas alternatif, penambahan cadangan energi, serta langkah-langkah perlindungan yang lebih efektif dengan mempertimbangkan berbagai potensi ancaman.
Pemerintah Ukraina, lanjutnya, kini memiliki satu tugas bersama yaitu memastikan seluruh wilayah siap menghadapi serangan sekaligus menjaga stabilitas layanan dasar bagi masyarakat, dikutip dari Pravda.
Baca juga: Putin Siap Bantu Stabilkan Situasi di Timur Tengah, Rusia Akan Gunakan Semua Peluang yang Ada
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina meletus secara terbuka pada 24 Februari 2022. Pada tanggal tersebut, Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai kota di Ukraina. Suara ledakan artileri dan pergerakan pasukan darat menjadi tanda bahwa ketegangan panjang di antara kedua negara telah berubah menjadi konflik bersenjata secara terang-terangan.
Sesungguhnya, akar persoalan sudah muncul sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Setelah memperoleh kemerdekaan, Ukraina secara bertahap membangun kedekatan dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kebijakan ini dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di wilayah bekas kekuasaan Soviet.
Ketegangan meningkat tajam pada 2014 ketika demonstrasi besar terjadi di ibu kota Kyiv, yang dikenal sebagai Revolusi Maidan. Pergantian pemerintahan Ukraina yang lebih condong ke Barat memicu respons keras dari Rusia. Tidak lama berselang, Rusia menganeksasi wilayah Krimea. Di kawasan Donbas, bentrokan pun terjadi antara militer Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Sejumlah upaya perdamaian sempat ditempuh, namun belum berhasil mengakhiri konflik secara menyeluruh. Hingga akhirnya, pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar terhadap Ukraina.
Rusia menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta mencegah ekspansi NATO. Meski demikian, banyak negara mengecam tindakan itu. Amerika Serikat dan negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta memperbesar dukungan militer dan finansial bagi Ukraina.
Baca tanpa iklan