Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina Usul Barter Senjata di Timur Tengah

Di tengah perang AS-Iran, Presiden Ukraina Zelenskyy mengusulkan barter senjata dengan negara-negara di Timur Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina Usul Barter Senjata di Timur Tengah
Kantor Kepresidenan Ukraina
ZELENSKY - Foto ini diambil pada Rabu (19/3/2025) dari publikasi resmi Kantor Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb (tidak terlihat dalam foto) di Helsinki pada Rabu (19/3/2025). -- Di tengah perang AS-Iran, Presiden Ukraina Zelenskyy mengusulkan barter senjata dengan negara-negara di Timur Tengah. 
Memuat video…

Sejak tahun lalu, AS telah memperingatkan akan mengambil “opsi militer” jika Iran tidak memenuhi tuntutan dalam perundingan.

Bahkan, pada tahun sebelumnya, AS sempat menyerang fasilitas nuklir Iran untuk membantu Israel dalam serangan selama 12 hari terhadap negara itu. Tekanan tersebut disebut-sebut untuk memaksa Iran mengikuti keinginan Washington.

Meski hubungan sempat memanas akibat serangan tersebut, AS dan Iran kembali duduk di meja perundingan.

Oman yang menjadi mediator menyebut ada “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan di Jenewa. Namun, kedua pihak tetap gagal menyepakati poin-poin penting sehingga belum tercapai kesepakatan final dan pembahasan lanjutan direncanakan.

Harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah AS dan Israel tiba-tiba kembali menyerang Iran pada Sabtu lalu. Serangan itu membuat Iran memutuskan mundur dari proses perundingan.

Sebelumnya, pada 2015, Iran dan sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat, pernah menyepakati perjanjian nuklir bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Dalam kesepakatan itu, Iran setuju membatasi program nuklirnya agar tidak berkembang menjadi senjata, sebagai imbalan atas pencabutan sebagian sanksi internasional.

Namun pada 2018, Amerika Serikat keluar dari perjanjian tersebut. Keputusan itu kembali memicu ketegangan dan membuat upaya negosiasi selanjutnya kerap menemui jalan buntu.

Rekomendasi Untuk Anda

Washington terus menekan Iran agar menghentikan pengayaan uranium karena dikhawatirkan bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran.

Sementara itu, Teheran menilai tuntutan tersebut melanggar hak kedaulatannya dan bersikeras bahwa pengayaan uranium tetap sah selama diawasi lembaga internasional.

AS pun menginginkan pembatasan yang lebih ketat agar program nuklir Iran tidak bisa disalahgunakan untuk kepentingan militer.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas