IRGC: 100 Personel Militer AS di Dubai Tewas, CENTCOM: 17 Kapal Perang Iran Hancur
Markas besar Garda Revolusi Iran di Khatam al-Anbiya mengklaim kalau serangan Garda Revolusi menargetkan 160 pasukan infanteri AS di Dubai.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Garda Revolusi juga mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa mereka telah "menguasai sepenuhnya" Selat Hormuz, yang sangat penting bagi perdagangan minyak global, di pintu masuk Teluk Persia.
Kantor Berita Fars mengutip Mohammad Akbarzadeh, seorang pejabat senior angkatan laut di Garda Revolusi, yang mengatakan bahwa "Selat Hormuz saat ini berada di bawah kendali penuh angkatan laut Garda Revolusi."
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa kalau Angkatan Laut AS mampu mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz "jika diperlukan."
Korban Jiwa Sipil di Kuwait
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan kalau korban jiwa dan kerugian material tercatat akibat pecahan peluru yang jatuh di sebuah rumah setelah mencegat target udara, Rabu pagi.
Kementerian Kesehatan Kuwait menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang gadis berusia 11 tahun tewas akibat tertimpa reruntuhan di daerah pemukiman di provinsi ibu kota.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan bahwa "Rumah Sakit Al-Amiri menerima... kasus cedera seorang gadis berusia 11 tahun yang tinggal di negara itu, akibat pecahan peluru yang jatuh di daerah pemukiman di Kegubernuran Ibu Kota."
Dia menambahkan bahwa "upaya penyelamatan dilakukan di dalam ambulans saat anak itu diangkut ke rumah sakit, dan upaya penyelamatan berlanjut selama hampir setengah jam setelah tiba di Rumah Sakit Al-Amiri, tetapi dia meninggal akibat luka tersebut."
Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah mencegat dua rudal dan sebuah drone di Provinsi Timur, serta sembilan drone lainnya segera setelah memasuki wilayah udara negara tersebut.
Kemudian, kementerian tersebut mengatakan bahwa dua rudal jelajah dicegat dan dihancurkan di kota Al-Kharj, 100 kilometer tenggara Riyadh. Ditambahkan bahwa sebuah drone juga dicegat dan dihancurkan di Provinsi Timur.
Israel Bombardir Iran
Di sisi lain, tentara pendudukan Israel mengatakan bahwa mereka menargetkan direktorat pasokan dan logistik pasukan darat Iran, serta menghancurkan platform peluncur rudal Iran.
Militer Israel juga mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara terhadap "puluhan" pusat komando keamanan Iran pada hari Rabu, menargetkan berbagai lokasi di ibu kota, Teheran.
Dalam sebuah pernyataan, militer menjelaskan bahwa "Angkatan Udara Israel melakukan gelombang serangan tambahan yang menargetkan pusat-pusat komando milik rezim teroris Iran di Teheran," termasuk lokasi-lokasi milik keamanan internal dan pasukan mobilisasi Basij yang terkait dengan Garda Revolusi.
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengancam para pemimpin Iran dengan lebih banyak pembunuhan.
Baca tanpa iklan