Turuti Permintaan AS, Ukraina akan Bantu Hadapi Drone Shahed Iran
AS mengirim permintaan kepada Ukraina untuk membantunya mempertahankan diri dari drone Shahed Iran di berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Sebanyak 200 warga Ukraina kembali ke tanah air setelah Ukraina dan Rusia melakukan pertukaran tahanan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kabar tersebut menjadi momen yang paling dinantikan oleh ratusan keluarga di negaranya.
“Hari ini, 200 keluarga Ukraina menerima kabar yang mereka tunggu: orang-orang tercinta mereka akhirnya pulang,” ujar Zelensky.
Para warga yang dibebaskan terdiri dari tentara Angkatan Bersenjata Ukraina, personel Layanan Transportasi Khusus Negara, penjaga perbatasan, serta anggota Garda Nasional. Sebagian dari mereka sebelumnya bertugas di wilayah pertempuran seperti Mariupol, Donetsk, Luhansk, Kharkiv, dan Zaporizhia.
Kepala intelijen Ukraina Kyrylo Budanov menyebut pembebasan ini sebagai tahap pertama dari pertukaran tahanan yang disepakati dalam perundingan internasional di Jenewa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump yang membantu memfasilitasi proses tersebut.
Setibanya di Ukraina, para prajurit yang dibebaskan akan menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan rehabilitasi fisik dan psikologis.
Sebelumnya, pada 5 Februari, Ukraina dan Rusia juga melakukan pertukaran tahanan yang melibatkan 157 orang dari masing-masing pihak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan AS dan sekutunya di Timur Tengah sedang mencari keahlian Ukraina dalam melawan drone Shahed Iran.
Presiden Ukraina mengatakan berbagai negara, termasuk AS, telah menghubungi Ukraina untuk meminta bantuan dalam mempertahankan diri dari drone Iran.
Dia mengatakan telah berbicara dalam beberapa hari terakhir dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait tentang kemungkinan kerja sama.
Rusia telah menembakkan puluhan ribu drone Shahed ke Ukraina sejak menginvasi negara tetangganya lebih dari empat tahun lalu.
Iran telah merespons dengan jenis drone yang sama terhadap serangan gabungan AS-Israel terhadap target Iran.
Pada Jumat pagi, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menuduh Hungaria menahan tujuh karyawan bank tabungan negara Ukraina saat mereka mengangkut uang tunai dari Austria kembali ke Ukraina.
Sebelumnya, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán mengatakan Budapest akan memaksa Ukraina dengan "alat politik dan keuangan" untuk membuka kembali pipa Druzhba yang membawa minyak Rusia ke kilang minyak Hungaria.
Hungaria adalah salah satu dari sedikit negara Eropa yang mempertahankan hubungan dekat dengan Rusia sejak serangan Rusia di Ukraina.
Baca tanpa iklan