Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Turuti Permintaan AS, Ukraina akan Bantu Hadapi Drone Shahed Iran

AS mengirim permintaan kepada Ukraina untuk membantunya mempertahankan diri dari drone Shahed Iran di berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Turuti Permintaan AS, Ukraina akan Bantu Hadapi Drone Shahed Iran
Facebook The White House
ZELENSKY DAN TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House, Rabu (16/7/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) bertemu di Gedung Putih pada 28 Februari 2025. -- AS mengirim permintaan kepada Ukraina untuk membantunya mempertahankan diri dari drone Shahed Iran di berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah. 

"Sebenarnya, kita berbicara tentang Hungaria yang menyandera dan mencuri uang," tulis Sybiha di media sosial X pada Jumat (6/3/2026).

"Jika ini adalah 'kekuatan' yang diumumkan sebelumnya hari ini oleh Bapak Orban, maka ini adalah kekuatan geng kriminal. Ini adalah terorisme negara dan pemerasan," lanjutnya.

  • Jalur Listrik Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia Berhasil Dipulihkan

Tim teknis telah berhasil memperbaiki jalur listrik eksternal menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang saat ini berada di bawah kendali Rusia di wilayah tenggara Ukraina.

Perbaikan ini dilakukan hampir satu bulan setelah jalur tersebut tidak berfungsi.

Direktur Jenderal Rosatom, Alexei Likhachev, menyampaikan bahwa perbaikan jalur Ferosplavna-1 yang menghubungkan pembangkit dengan jaringan listrik telah selesai pada Kamis sore. 

Pembangkit nuklir terbesar di Eropa ini memiliki enam reaktor dan dikuasai Rusia tidak lama setelah pasukan Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.

  • Drone Ukraina Jatuh di Apartemen Sevastopol, Sembilan Orang Terluka

Sebuah drone milik Ukraina dilaporkan jatuh di dekat sebuah gedung apartemen lima lantai di pelabuhan Sevastopol, wilayah Krimea yang dikuasai Rusia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Insiden tersebut menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan cukup parah pada bangunan.

Gubernur yang ditunjuk Rusia di wilayah itu, Mikhail Razvozhayev, mengatakan drone tersebut membawa potongan logam dan bahan peledak sebelum akhirnya jatuh di sekitar gedung. 

Kota pelabuhan Sevastopol sendiri merupakan markas Armada Laut Hitam Rusia di Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas