Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Bilang Bukan Menarget Negara Teluk, Arab Saudi Bersiap Membalas

Perang Iran vs AS-Israel meluas ke Teluk. Drone serang Bandara Kuwait, Saudi cegat proyektil, sementara Teheran minta maaf

Tribun X Baca tanpa iklan

Pezeshkian, menurut kabar The Guardian, juga menyatakan Iran tidak akan menyerang negara tetangga kecuali jika wilayah negara tersebut digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Pernyataan itu dianggap sebagai upaya meredakan kekhawatiran di kawasan, meski serangan sporadis masih terus terjadi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai sinyal de-eskalasi tersebut belum sepenuhnya menenangkan situasi karena operasi militer Iran di kawasan masih berlangsung.

Beberapa laporan menyebut drone Iran juga menargetkan fasilitas militer dan radar yang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

Sementara itu, Arab Saudi memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan serangan terhadap wilayahnya, dilansir Reuters.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyampaikan kepada pejabat Iran bahwa Riyadh dapat mempertimbangkan tindakan balasan jika serangan terhadap aset Saudi terus berlanjut, terutama yang menyasar fasilitas energi atau infrastruktur vital.

Menurut sumber diplomatik, Saudi juga menegaskan bahwa mereka tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, Riyadh membuka kemungkinan kerja sama militer dengan Washington jika keamanan nasionalnya terus terancam.

Rekomendasi Untuk Anda

Konflik yang kini memasuki pekan kedua tersebut telah berdampak luas pada stabilitas kawasan.

Serangan rudal dan drone tidak hanya menargetkan Iran dan Israel, tetapi juga menyebar ke negara-negara Teluk seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, perang ini juga memicu gangguan transportasi udara, lonjakan harga minyak global, serta kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar.

Sejumlah negara besar dan organisasi internasional kini mendesak semua pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi guna mencegah konflik Timur Tengah berubah menjadi perang yang lebih luas dan tidak terkendali.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas