Iran Sebut Lebih 200 Tentara AS Tewas dan Terluka, Israel Klaim Berbeda
KCHQ mengatakan lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka dalam serangan tersebut.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Juru Bicara Markas Besar Pusat Pusat Khatam al-Anbia (KCHQ) atau markas komando tempur terpadu tertinggi Angkatan Bersenjata Iran memberikan informasi terbaru mengenai jumlah korban tewas tentara Amerika Serikat (AS).
KCHQ mengatakan lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka dalam serangan Angkatan Bersenjata Iran.
Dalam pengumuman pada Sabtu (7/3/2026) sebagaimana dilansir media Iran Tasnim News disebutkan bahwa serangan balasan dahsyat Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah selama 24 jam terakhir telah menimbulkan kerugian besar bagi pasukan dan komandan tentara AS.
Serangan Iran, yang dilakukan di bawah Operasi True Promise 4, juga telah menimbulkan kerusakan yang cukup besar pada infrastruktur dan sumber daya militer AS di kawasan tersebut.
Menurut Juru Bicara KCHQ, 21 tentara Amerika tewas dan banyak lainnya terluka di Armada ke-5 AS di wilayah tersebut.
Sekitar 200 warga Amerika tewas atau terluka di Pangkalan Udara Al Dhafra, dan sebuah kapal tanker minyak milik AS telah menjadi sasaran di bagian utara Teluk Persia.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia adalah sebuah subdivisi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang bertugas merancang dan mengatur operasi yang melibatkan berbagai unit militer Iran.
Amerika Serikat dan rezim Zionis telah melancarkan kampanye militer mematikan terhadap Iran serta membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan para komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari.
Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangan balasan yang keras, menghantam target AS dan Israel di wilayah pendudukan dan negara-negara regional dengan rentetan rudal dan drone.
Klaim Israel Berbeda
Sementara itu, sumber-sumber Departemen Pertahanan Israel/IDF mengatakan angkatan udara negara itu telah membunuh ribuan pasukan Iran.
Menurut media Israel Jerusalem Post, IDF telah menjatuhkan 6.500 bom ke wilayah Iran dan sekitarnya.
Israel bergabung dengan AS mengeroyok Iran dalam perang yang telah berlangsung delapan hari sejak 28 Februari 2026 itu.
IDF juga mengklaim lebih dari 50 pejabat senior Iran tewas dan banyak bangunan di Iran hancur dibom.
Namun Israel belum mempublikasikan info terbaru berapa jumlah militernya yang tewas dalam perang dengan Iran.
Iran: AS dan Israel Gagal
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani mengatakan AS dan sekutunya telah gagal dalam mewujudkan rencana mereka untuk menghancurkan Iran.