Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Sebut Lebih 200 Tentara AS Tewas dan Terluka, Israel Klaim Berbeda

KCHQ mengatakan lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka dalam serangan tersebut.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Iran Sebut Lebih 200 Tentara AS Tewas dan Terluka, Israel Klaim Berbeda
TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
ESKALASI MENINGKAT - Perang antara Amerika Serikat (AS)–Israel melawan Iran bukan sekadar adu kekuatan senjata. Konflik ini juga menjadi adu ketahanan logistik, ekonomi, dan tekad politik. Siapa yang mampu bertahan lebih lama dalam perang? TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA 

Ringkasan Berita:
  • Iran secara resmi mempublikasikan lebih dari 200 AS tewas dan  terluka dalam perang melawan negara itu.
  • Sementara Israel yang dibantu AS mengklaim ribuan tentara Iran tewas dan terluka.
  • Saling klaim dua pihak terjadi sejak AS-Israel menyerang Iran 28 Februari 2026 lalu.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Juru Bicara Markas Besar Pusat Pusat Khatam al-Anbia (KCHQ) atau  markas komando tempur terpadu tertinggi Angkatan Bersenjata Iran memberikan informasi terbaru mengenai jumlah korban tewas tentara Amerika Serikat (AS).

KCHQ mengatakan lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka dalam serangan Angkatan Bersenjata Iran.

Dalam pengumuman pada Sabtu (7/3/2026) sebagaimana dilansir media Iran Tasnim News disebutkan bahwa serangan balasan dahsyat Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah selama 24 jam terakhir telah menimbulkan kerugian besar bagi pasukan dan komandan tentara AS.

Serangan Iran, yang dilakukan di bawah Operasi True Promise 4, juga telah menimbulkan kerusakan yang cukup besar pada infrastruktur dan sumber daya militer AS di kawasan tersebut.

Menurut Juru Bicara KCHQ,  21 tentara Amerika tewas dan banyak lainnya terluka di Armada ke-5 AS di wilayah tersebut.

Sekitar 200 warga Amerika tewas atau terluka di Pangkalan Udara Al Dhafra, dan sebuah kapal tanker minyak milik AS telah menjadi sasaran di bagian utara Teluk Persia.

Rekomendasi Untuk Anda

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia adalah sebuah subdivisi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang bertugas merancang dan mengatur operasi yang melibatkan berbagai unit militer Iran.

Amerika Serikat dan rezim Zionis telah melancarkan kampanye militer mematikan terhadap Iran serta membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan para komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari.

Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangan balasan yang keras, menghantam target AS dan Israel di wilayah pendudukan dan negara-negara regional dengan rentetan rudal dan drone.

Klaim Israel Berbeda

Sementara itu, sumber-sumber Departemen Pertahanan Israel/IDF mengatakan angkatan udara  negara itu telah membunuh ribuan pasukan Iran.

Menurut media Israel Jerusalem Post, IDF telah menjatuhkan  6.500 bom ke wilayah Iran dan sekitarnya.

Israel bergabung dengan AS mengeroyok Iran dalam perang  yang telah berlangsung delapan hari sejak 28 Februari 2026 itu.

IDF juga mengklaim lebih dari 50 pejabat senior Iran tewas dan banyak bangunan di Iran hancur dibom.

Namun Israel belum mempublikasikan info terbaru berapa jumlah militernya yang  tewas dalam perang dengan Iran.

Iran: AS dan Israel Gagal

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani mengatakan AS dan sekutunya telah gagal dalam mewujudkan rencana mereka untuk menghancurkan Iran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas