Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei

Perang AS-Israel di Iran memasuki hari ke-11. Teheran terus dibombardir, sementara ratusan ribu warga turun ke jalan dukung Mojtaba Khamenei.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei
Tangkapan layar PressTV
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Teheran dibombardir hebat sepanjang malam, sementara ratusan ribu warga turun ke jalan mendukung pemimpin baru Mojtaba Khamenei. 

Ringkasan Berita:
  • Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-11 dengan pemboman intens di Teheran dan beberapa kota lain.
  • Di tengah serangan tersebut, ratusan ribu warga Iran turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.
  • Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim ribuan target militer Iran telah diserang, namun konflik masih berlanjut dan berdampak pada keamanan kawasan serta pasar energi global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-11 dengan situasi yang semakin memanas.

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), ibu kota Teheran kembali mengalami pemboman hebat sepanjang malam yang disebut sebagai salah satu serangan paling intens sejak konflik dimulai.

Di tengah serangan tersebut, ratusan ribu warga Iran turun ke jalan di Teheran untuk menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Mojtaba Khamenei sebelumnya ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer AS-Israel.

Iran Tegaskan Akan Terus Melawan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya akan terus berjuang selama diperlukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut perang bisa berakhir “cukup cepat”.

Menurut laporan media Iran, serangan udara AS-Israel di kota Arak, Iran barat, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai beberapa lainnya setelah menghantam bangunan tempat tinggal.

Serangan lain di Teheran timur juga menewaskan sedikitnya 40 orang. Pemerintah Iran menyebut perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.255 orang tewas dan sekitar 10.000 orang luka-luka.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya akan memberikan “tanggapan keras” terhadap serangan yang menyasar wilayah permukiman warga.

Serangan Meluas ke Negara Teluk

Dampak perang juga dirasakan negara-negara di kawasan Teluk.

Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain melaporkan telah mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.

Di Bahrain, seorang perempuan berusia 29 tahun dilaporkan tewas setelah sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kota Manama terkena serangan.

Baca juga: 9 Negara yang Berpotensi Terseret dalam Perang Iran vs. AS-Israel

Sementara itu, pemerintah Australia mengumumkan akan mengirim pesawat pengintai militer dan rudal udara-ke-udara ke Uni Emirat Arab untuk membantu pertahanan kawasan.

Klaim Amerika Serikat

Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target di Iran sejak operasi militer dimulai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas