Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Saya Gembira
Buktikan kedekatan sejarah, Megawati kirim surat & foto rahasia untuk pemimpin baru Iran. Ada pesan mendalam di baliknya. Simak di sini!
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengambil langkah diplomatik personal yang signifikan.
Megawati secara resmi mengucapkan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Langkah ini dilakukan Megawati saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin baru Iran menggantikan sang ayah, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.
"Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," ujar Megawati saat menyerahkan surat tersebut kepada Dubes Boroujerdi.
Foto Sejarah 2004: Bukti Persahabatan Abadi
Di luar protokol kenegaraan yang kaku, Megawati menyuguhkan narasi personal yang menyentuh.
Ia menyerahkan sebuah foto yang mengabadikan momen kunjungan resminya ke Teheran pada tahun 2004.
Dalam foto tersebut, tampak Megawati berbincang hangat dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Penyerahan foto ini bukan tanpa alasan.
Megawati ingin menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Iran memiliki akar sejarah yang sangat kuat secara personal.
“Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” tegas putri sulung Bung Karno tersebut sambil menunjukkan foto kenangan 22 tahun silam itu.
Kado Tenun Bali sebagai Penutup
Suasana formal persidangan diplomatik tersebut ditutup dengan momen hangat.
Sambil tersenyum, Megawati memberikan kado berupa kemeja tenun ikat khas Bali kepada Dubes Boroujerdi.
Gestur ini seolah mempertegas bahwa diplomasi tidak melulu soal kertas dan tanda tangan, melainkan tentang rasa dan budaya.
Baca juga: Vladimir Putin Telepon Donald Trump Soal Iran, Eks Dubes RI untuk Rusia: Ada Peluang Hentikan Perang
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan sejumlah petinggi partai lainnya.
Baca tanpa iklan