Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel dan Hezbollah Saling Serang, Korban di Lebanon Melampaui 600 Orang

Serangan Israel menghantam Beirut usai roket Hezbollah ditembakkan ke Israel utara. Lebih 600 orang tewas dan ratusan ribu warga Lebanon mengungsi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Israel dan Hezbollah Saling Serang, Korban di Lebanon Melampaui 600 Orang
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
KONFLIK TIMUR TENGAH - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English, memperlihatkan ledakan di Beirut, Lebanon pada 2 Maret 2026 dini hari. Otoritas Lebanon menyebut serangan Israel telah menewaskan lebih dari 600 orang dan memaksa sekitar 800.000 warga mengungsi 

Pasukan Israel bahkan telah dikerahkan ke Lebanon selatan untuk membangun posisi baru.

Reuters melaporkan para pejuang Hezbollah tengah bersiap menghadapi kemungkinan invasi besar-besaran Israel ke wilayah selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon sebelumnya menyatakan ingin membentuk monopoli negara atas kepemilikan senjata.

Kabinet Lebanon pekan lalu juga melarang aktivitas militer Hezbollah.

Namun Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, mengatakan Beirut harus mengambil tindakan nyata.

“Jika Hezbollah benar-benar dibubarkan, di mana buktinya? Di mana operasi terhadap lokasi peluncuran roket mereka? Di mana penyitaan senjata mereka? Di mana militermu?” kata Danon.

Gelombang Serangan Baru

Rekomendasi Untuk Anda

Militer Israel pada Rabu menyatakan telah melancarkan gelombang baru serangan skala besar terhadap target Hezbollah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis kekuatan kelompok tersebut.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan pasukan Israel akan segera bertindak dengan “kekuatan besar” terhadap fasilitas dan kemampuan militer Hezbollah setelah kelompok itu kembali menembakkan roket ke wilayah Israel dalam beberapa jam terakhir.

Serangan Israel juga kembali menghantam pusat Beirut untuk kedua kalinya sejak Lebanon terseret dalam konflik Timur Tengah.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan sebuah apartemen di kawasan padat penduduk Aisha Bakkar menjadi sasaran serangan udara.

Ledakan menghancurkan dinding lantai tujuh dan delapan bangunan tersebut serta merusak sejumlah mobil di sekitarnya.

“Saya berlari dari kamar ke kamar, menarik istri dan putri saya keluar dan menyembunyikan mereka di balik dinding, lalu serangan kedua terjadi,” kata Fawzi Asmar, seorang pemilik toko roti yang tinggal di jalan tersebut.

Paramedis pertahanan sipil, Samer Knio, mengatakan tim penyelamat sempat tertimpa pecahan kaca dan puing-puing saat mengevakuasi korban, namun tidak ada yang terluka.

Krisis Pengungsi Memburuk

Pihak berwenang Lebanon mengatakan sekitar 816.000 orang kini terdaftar sebagai pengungsi akibat konflik, dengan sekitar 126.000 orang tinggal di tempat penampungan kolektif.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas